Ekspresi Kreatif atau Protes Sosial? Bendera One Piece Bicara Lebih dari Tren

Fenomena pengibaran bendera One Piece memantik diskusi tentang batas antara budaya pop dan simbol kenegaraan. Artikel ini mengulasnya dari sudut pandang sosial dan identitas kolektif bangsa.

08 Aug 2025 - 07:32
Ekspresi Kreatif atau Protes Sosial? Bendera One Piece Bicara Lebih dari Tren
Ilustrasi bendera one piece (Foto: Facebook/Jihad Bagas Cakra)

SUARAJATIMPOST.COM — Belakangan ini, jagat maya Indonesia dipenuhi pemandangan unik: bendera One Piece, berlambangkan Jolly Roger hitam bertopi jerami, berkibar di samping Merah Putih, menjelang perayaan Hari Kemerdekaan. Dari gang sempit hingga truk pengangkut barang, simbol ini jadi panggung ekspresi generasi muda yang gerah, tapi tidak ingin hanya protes tanpa pesan.

Menurut beberapa pihak, ini adalah bentuk kreativitas sosial, cara bebas menyampaikan keresahan tanpa harus turun ke jalan dan berkonfrontasi. Namun, momentum mendekati 17 Agustus membuat simbol ini terasa kontroversial: sebagian pihak menyebutnya “makar” yang dinilai jadi pangkal konflik terhadap persatuan nasional.

Padahal, figur publik seperti Sufmi Dasco Ahmad justru menolak benturan nilai: “tidak perlu membenturkan bendera Merah Putih dengan One Piece”. GP Ansor menambahkan, ekspresi budaya populer bisa diterima, asalkan tidak melampaui ketinggian Merah Putih sebagai simbol sakral bangsa.

Fenomena ini bukan sekadar viral belaka, melainkan cermin nasionalisme generasi baru: nasionalisme yang solid, tapi tidak takut memberi kritik lewat simbol segar, selama tetap menghormati simbol negara. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber : Dari berbagai sumber

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow