Wali Kota Surabaya Larang Pengibaran Bendera Selain Merah Putih: Jangan Pernah Menyandingkannya!
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tegaskan tak boleh ada bendera lain dikibarkan bersama Merah Putih. SE resmi akan diterbitkan, tim patroli kelurahan dikerahkan untuk pantau pelanggaran.
SURABAYA, SJP – Pemerintah Kota Surabaya bersiap mengeluarkan surat edaran resmi terkait larangan pengibaran bendera selain Merah Putih, terutama dalam satu tiang yang sama. Langkah ini menyusul instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan akan diberlakukan menyambut peringatan Hari Kemerdekaan RI.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, momen 17 Agustus harus dimaknai dengan penghormatan penuh terhadap simbol negara. Salah satunya, dengan tidak menyandingkan bendera Merah Putih bersama bendera lain—apapun jenis atau maknanya.
“Sudah kita sampaikan sejak kemarin, tidak ada dalam satu tiang itu ada bendera merah putih dan bendera lainnya. Itu betul,” tegas Eri saat ditemui Kamis (7/8/2025).
Dalam surat edaran yang tengah disiapkan tersebut, Pemkot Surabaya akan secara khusus mengimbau warga untuk tidak mengibarkan bendera selain Merah Putih di ruang publik selama masa perayaan kemerdekaan.
“Saya berharap warga Surabaya kalau ada yang mengibarkan meskipun tidak dilarang, tapi dalam momen kemerdekaan ini jangan pernah mengibarkan dan jangan pernah menyandingkan bendera merah putih kita bersama bendera lain,” tegasnya lagi.
Tak hanya bersifat imbauan, Wali Kota Eri juga menugaskan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) serta tim patroli gabungan kelurahan untuk aktif menyisir wilayah perkampungan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan tidak ada pelanggaran terkait pengibaran simbol selain bendera negara.
“Kita tidak hanya patroli, tetapi juga telah membentuk kampung Pancasila. Karena itu, kita juga harus mengedukasi semua warga yang ada,” tutup Eri.
Langkah ini diambil di tengah maraknya pengibaran bendera-bendera non-resmi yang viral di berbagai daerah. Pemkot Surabaya menegaskan, penegakan aturan akan tetap mengedepankan edukasi, bukan represif, selama warga bersedia bekerja sama menjaga marwah simbol negara. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

