Ekskavasi Rampung, Ini Temuan Arkeolog di Selatan Candi Brahu Mojokerto
Hasilnya, temuan dari ekskavasi yang dilakukan di selatan Candi Brahu yang berlokasi di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan itu didapatkan struktur bangunan kuno bata 1 hingga 2 lapis yang memanjang sekitar 30 meter dalam kondisi rusak.
MOJOKERTO, SJP - Tim arkeolog dari Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur telah rampung melakukan ekskavasi temuan yang diduga pagar Candi Brahu pada Rabu (28/5/2025) kemarin.
Ekskavasi yang dilakukan mulai tanggal 13 hingga 28 Mei 2028 itu disebut arkeolog telah sesuai dengan perencanaan dan target.
“Alhamdulillah lancar sesuai rencana, sasaran target. Hasilnya, sesuai tujuan kami, kita mencari pagar yang diduga dari Candi Brahu bagian selatan,” kata tim ekskavasi dari BPK Wilayah XI Jatim Muhammad Ikhwan, Kamis (29/5/2025).
Ekskavasi itu disebutnya merupakan adanya tindak lanjut dari temuan di tahun 2012, kemudian ditindaklanjuti dengan cara penelitihan oleh pusat. Sebab, tenuan itu menyebut ada dugaan Candi Brahu dikelilingi pagar.
Hasilnya, temuan dari ekskavasi yang dilakukan di selatan Candi Brahu yang berlokasi di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan itu didapatkan struktur bangunan kuno bata 1 hingga 2 lapis yang memanjang sekitar 30 meter dalam kondisi rusak.
“Kemudian struktur saat ini yang kami dapatkan 1 sampai 2 lapis bata, memanjang kurang lebih hampir 30 meter putus-putus. Kerusakannya hampir 70an persen,” ujarnya.
Menurut Ikhwan, temuan itu diduga sebagai penyekat ruangan. Meski demikian belum terkonfirmasi itu ruangan samping pagar untuk pemukiman atau ruang tempat peribadatan.
“Kami mencoba merunut, bagian barat belum menemukan, ke arah timur yang area sudah dibebaskan kita dapatkan lurusannya, namun keberadaanya pada level yang lebih tinggi,” lanjutnya.
Sementara hasil galian yang di dekat jalan ditemukan juga struktur memanjang dari utara ke selatan berupa persegi empat dengan ukuran sekitar 285 kali 130 sentimeter.
“Kalau di sisi dalamnya apakah ada fasilitas lain, kami mencoba beberapa kotak ada dua struktur yang mengelompok itu yang didekat jalan, ada struktur memanjang utara ke selatan, persegi empat panjang ukurannya 285 x 130 cm satu lapis saja,” jelas dia.
Tak jauh dari lokasi jalan itu, juga ada struktur memanjang yang mengarah ke utara jalan. Namun, lokasinya berada di bawah jalan hingga menuju ke halaman Candi Brahu.
“Juga ada struktur yang memanjang masih mengarah ke utara dibawah jalan menuju halaman Candi Brahu, ini kami tidak bisa merunutnya lagi, karena kondisinya seperti itu,” ujarnya.
Selanjutnya, sambung dia di sebelah selatan juga ditemukan denah bujur sangkar dengan ukuran sekitar 130 kali 130 sentimeter. Dugaan sementara struktur bangunan itu adalah penyekat ruangan suci dari Candi Brahu.
“Di sebelah selatannya kami dapatkan ada struktur yang berdena bujur sangkar ukuran 130 x 130 cm, itu tersisa 4 lapis, itu kami menduga struktur barat timur tadi sebagai penyekat ruangan suci dari candi ini, di antara ruang penyekat di selatannya ya dua struktur itu,” lontarnya.
Kendati demikian, disinggung struktur temuan itu Apakah bagian bangunan dari aktifitas keagamaan di Candi Brahu, pihaknya belum bisa memastikan.
Disisi lain, dari informasi warga di bagian tenggara Candi Brahu, tepatnya di ladang tebu tanah kas desa (TKD), arkeolog juga menemukan struktur bangunan memanjang dari barat ke arah timur, namun temuan struktur disebutnya lebih tipis hanya tersisa 3 sampai 4 lapis bata.
“Namun kami belum bisa merunut, karena tampak putus,” lanjutnya.
Ikhwan menjelaskan, selain menemukan struktur bangunan bata. Tim arkeolog juga menemukan temuan lepas seperti gerabah era tempo dulu. Baik yang diidentifikasi peninggalan sebelum era Kerajaan Majapahit hingga era Majapahit.
“Temuan lepas cukup banyak, barang berupa gerabah, keramik, porselen, itu umumnya didominasi jenis wadah, mungkin untuk sehari-hari atau untuk ritual keagamaan, ini variatif, keramik yang lebih tua, didapatkan juga yang populer di Majapahit juga ada,” jelasnya.
Ia menambahkan, Candi Brahu diyakini eranya Empu Sindok namun pemanfaatannya masih digunakan pada era setelahnya, atau jaman Kerajaan Majapahit.
“Kontaknya Candi Brahu kan dari Emou Sindok ya, namun pemanfaatannya masih berlanjut ke masa Majapahit,” imbuhnya.
Pada ekskavasi itu, temuan berupa bangunan akan ditata dan dirapikan semantara galian yang tidak ditemukan struktur bangunan akan kembali ditimbun tanah.
“Saat ini temuan struktur yang signifikan kami ekspos atau tampakkan, untuk kotak gali yang tidak ditemukan struktur, setelah pendokumentasian lengkap kami timbun kembali, dengan harapan selain tujuan kami ekskavasi mendapat data, juga memberi tahu sekitar Candi Brahu masih ada potensi yang terkait dengan komponen Candi Brahu,” terangnya.
Ikhwan menandaskan, untuk adanya jadwal proses ekskavasi lanjutan setelah tahap pertama ini pihaknya masih berkonsultasi dengan pimpinan BPK Wilayah XI Jawa Timur.
“Untuk ekskavasi kembali kami masih berembuk dengan tim dan konsultasi ke pimpinan,” tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

