Efisiensi Anggaran Tak Goyahkan Kinerja, Bapenda Malang Optimistis PAD 2025 Tembus Target

Dana dari pusat turun, Pemkab Malang andalkan kemandirian fiskal melalui sektor pajak.

28 Oct 2025 - 21:58
Efisiensi Anggaran Tak Goyahkan Kinerja, Bapenda Malang Optimistis PAD 2025 Tembus Target
Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, saat ditemui usai kegiatan upacara hari Sumpah Pemuda , Selasa (28/10/2025). (Foto : Dok. Hafid/SJP)

MALANG, SJP — Pemerintah Kabupaten Malang menunjukkan ketahanan fiskal cukup kuat di tengah pengurangan dana transfer dari pusat. Hingga akhir Oktober 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) telah mencapai 83,45 persen dari total target Rp737 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, menyebut efisiensi anggaran menjadi langkah realistis yang harus ditempuh, menyusul berkurangnya dana dari pemerintah pusat.

“Kalau dana dari pusat berkurang Rp600 miliar, otomatis pengaruhnya banyak. Tapi kita tetap harus efisien dan memastikan PAD bisa menutup kebutuhan belanja daerah,” ujar Made, Selasa (28/10/2025).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi pajak daerah.

“Sekarang sudah 83,45 persen. Jadi sudah sesuai standar, sekitar 8 persen per bulan. Artinya capaian ini menunjukkan kinerja pemungutan pajak berjalan baik,” tambahnya.

Menurutnya, pengurangan dana pusat tidak berarti penurunan pelayanan publik, justru mendorong pemerintah bekerja lebih disiplin dan kreatif dalam menggali potensi pendapatan.

“Efisiensi bukan berarti melemahkan kinerja, justru memaksa kami lebih inovatif. Tujuannya tetap satu, kemandirian ekonomi daerah,” tegasnya.

Made juga menilai capaian PAD berbanding lurus dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Peredaran uang di Kabupaten Malang menjadi faktor penting dalam menjaga kestabilan fiskal kala disinggung tentang meningkatnya wira usaha atau UMKM di daerah.

“Kalau ekonomi itu kan tergantung uang beredar. Semakin banyak uang beredar di masyarakat, semakin bagus. Orang punya usaha bisa membayar pajak, masyarakat bisa belanja, ekonomi pun tumbuh,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan kepatuhan wajib pajak turut membantu menjaga performa pendapatan daerah di tengah tekanan fiskal.

“Kalau dilihat dari capaian itu, masyarakat Kabupaten Malang sudah mulai tertib dan taat membayar pajak. Mudah-mudahan sampai akhir tahun dua bulan mendatang, bisa mencapai 100 persen,” ujarnya.

Bapenda Kabupaten Malang memastikan seluruh sektor pajak daerah terus dipantau ketat agar potensi kebocoran bisa ditekan. Dengan capaian yang mendekati 84 persen, pihaknya optimistis realisasi PAD 2025 bisa ditutup maksimal meski dana pusat berkurang signifikan. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow