Dukung Program Asta Cita Presiden, Lapas Bojonegoro Panen Raya Padi dan Jagung
Panen padi dan jagung dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Kadiyono. Kehadirannya menandai apresiasi sekaligus dukungan terhadap langkah konkret Lapas Bojonegoro dalam membina warga binaan melalui sektor pertanian produktif.
BOJONEGORO, SJP – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional, yakni dengan menggelar Panen Raya Tahap II di lahan pertanian seluas 23,7 hektare yang dikelola di kawasan Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.
Panen padi dan jagung dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Kadiyono. Kehadirannya menandai apresiasi sekaligus dukungan terhadap langkah konkret Lapas Bojonegoro dalam membina warga binaan melalui sektor pertanian produktif.
"Program seperti ini bukan hanya tentang hasil panen, tetapi soal menciptakan manusia mandiri. Warga binaan kita ajak turun langsung ke sawah, belajar dan bekerja, sebagai bekal hidup pasca menjalani masa hukuman,” tegas Kadiyono saat diwawancarai di sela kegiatan.
Panen kali ini mencakup sekitar setengah dari total luas lahan pertanian Lapas Bojonegoro. Lahan itu sendiri ditanami berbagai komoditas strategis seperti padi, jagung, kacang tanah, cabai, singkong, serta kolam budidaya ikan nila.
Kegiatan ini bukan seremonial biasa. Di balik deretan tamu undangan dari Forkopimcam Dander, Komandan Denpom dan Komandan Brimob Bojonegoro, hingga jajaran UPT se-wilayah Bojonegoro, ada pesan kuat tentang bagaimana pemasyarakatan tak sekadar memenjarakan, tapi memberdayakan.
Kalapas Bojonegoro, Hari Winarca, menjelaskan bahwa pengelolaan pertanian ini merupakan bentuk nyata integrasi antara pembinaan dan produktivitas. Warga binaan diberi pelatihan pertanian langsung di lapangan, bekerja bersama petani penggarap yang digandeng pihak Lapas.
"Kami ingin menunjukkan bahwa pembinaan itu bisa nyata, bisa produktif. Ini bukan proyek gaya-gayaan, tapi langkah nyata untuk ketahanan pangan dan kemandirian warga binaan,” ujar Hari Winarca.
Panen kali ini menghasilkan produksi yang memuaskan, terutama dari komoditas padi dan jagung. Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan penaburan benih ikan nila di kolam budidaya sebagai bagian dari siklus berkelanjutan sektor perikanan yang juga dikelola Lapas Bojonegoro.
Langkah Lapas Bojonegoro ini dinilai sebagai salah satu implementasi konkret dari program Asta Cita Presiden, khususnya pada pilar ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
Hari Winarca menambahkan, Lapas bukan lagi sekadar tempat menjalani hukuman, tapi menjadi ruang pemberdayaan.
"Lahan Mojoranu kini bukan hanya menyimpan hasil panen, tapi juga harapan baru bagi mereka yang sedang menata kembali hidupnya," pungkas Kalapas.(*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

