Dua Kejadian Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem, Akses Jalibar Malang Sempat Tertutup
Kejadian pertama terjadi di Jalibar, Kecamatan Ngajum, sekitar pukul 13.40 WIB. Pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang menutup satu jalur di ruas jalan Blitar – Malang, sehingga arus lalu lintas sempat terhambat.
MALANG, SJP – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Malang pada Sabtu (8/3/2025) siang hingga sore hari. Akibatnya, dua kejadian pohon tumbang terjadi di lokasi berbeda, yakni di Jalur Lingkar Barat (Jalibar), Kecamatan Ngajum, serta di Dusun Krajan, Desa Srigading, Kecamatan Lawang. Insiden ini menyebabkan gangguan akses jalan serta kerusakan pada bangunan warga.
Kejadian pertama terjadi di Jalibar, Kecamatan Ngajum, sekitar pukul 13.40 WIB. Pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang menutup satu jalur di ruas jalan Blitar – Malang, sehingga arus lalu lintas sempat terhambat.
Selain itu, satu unit usaha berupa warung mengalami kerusakan sedang akibat tertimpa pohon.
"Cuaca ekstrem yang berlangsung sejak pukul 12.50 WIB hingga 13.45 WIB menyebabkan pohon tumbang dan menghalangi jalur utama. Tim langsung diterjunkan untuk menangani kejadian ini," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Sabtu (8/3/2025).
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Malang bersama berbagai unsur terkait, seperti Dinas Perhubungan, Muspika Kepanjen dan Ngajum, Tagana, serta relawan SAR Awangga, bergerak cepat ke lokasi untuk mengevakuasi pohon tumbang.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sekitar pukul 14.25 WIB, proses evakuasi rampung, dan arus lalu lintas kembali normal.
"Chainsaw yang dibutuhkan untuk pemotongan pohon sudah terpenuhi, sehingga penanganan bisa berjalan cepat," tambah Sadono.
Beberapa jam setelah kejadian di Jalibar, insiden serupa terjadi di Dusun Krajan, Desa Srigading, Kecamatan Lawang, sekitar pukul 15.05 WIB.
Sebuah pohon tumbang akibat cuaca ekstrem, menimpa rumah warga dan merusak bagian atap. Selain itu, tiang listrik roboh dan kabel telekomunikasi terputus, menyebabkan gangguan jaringan di sekitar lokasi.
"Tingginya intensitas hujan dan angin kencang menjadi penyebab utama. Pohon tumbang ini tidak hanya merusak rumah, tetapi juga mengganggu jaringan listrik dan telekomunikasi," jelas Sadono.
Tim BPBD Kabupaten Malang kembali bergerak cepat untuk menangani dampak kejadian. Dengan dukungan dari PLN, PMI, perangkat desa, serta komunitas relawan, evakuasi pohon dilakukan menggunakan chainsaw. Meski menimbulkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp 10 juta, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Saat ini, kondisi di lokasi kejadian sudah terkendali. Pemilik rumah yang terdampak tetap bertahan di rumahnya karena kerusakan yang terjadi masih dalam kategori ringan. Namun, kebutuhan mendesak berupa bantuan sembako masih diperlukan bagi warga terdampak.
BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
"Kami mengajak warga untuk berhati-hati, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat pohon besar atau struktur bangunan yang rentan terhadap angin kencang. Jika melihat tanda-tanda bahaya, segera laporkan ke BPBD atau pihak terkait agar bisa ditindaklanjuti," pungkas Sadono. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

