Dua Anak Pelaku Pelemparan KA di Nganjuk Jalani Mediasi Bersama PT KAI

PT KAI Daop 7 Madiun bersama Polres Nganjuk mengamankan dua anak pelaku pelemparan kereta api di jalur Bagor–Nganjuk. Penanganan kasus dilakukan secara humanis melalui mediasi restoratif dengan melibatkan orang tua guna menjaga keselamatan operasional kereta api.

27 Jan 2026 - 18:59
Dua Anak Pelaku Pelemparan KA di Nganjuk Jalani Mediasi Bersama PT KAI
Kedua bocah pelempar kaca KA Ranggajati didampingi orang tua saat mediasi di Polsek Kota (Foto Humas From SJP)

NGANJUK, SJP – Petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun berhasil mengamankan pelaku pelemparan batu terhadap rangkaian kereta api di wilayah Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan Nganjuk. Aksi vandalisme tersebut dilakukan dua kali dan menyebabkan kerusakan pada kaca kereta.

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pengungkapan kasus ini dilakukan setelah petugas melakukan penyelidikan intensif di lokasi kejadian.

“Kami berhasil menangkap dua pelaku pelemparan kereta api yang sebelumnya sempat buron,” ujar Tohari.

Peristiwa pelemparan batu terjadi pada Jumat (23/1/2026) terhadap KA Ranggajati dan kembali terulang pada Sabtu (24/1/2026) yang menimpa KA Jayakarta Premium. Kejadian berlangsung di petak jalan Bagor–Nganjuk KM 120+5 hingga KM 120+7, wilayah Kelurahan Kedondong, Kecamatan Nganjuk. Akibat aksi tersebut, kaca rangkaian Kereta Premium 6 dengan nomor sarana K301733 TD pada posisi 16Ab–17Ab dilaporkan pecah.

Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menegaskan bahwa meskipun aksi vandalisme ini mendapat kecaman dari PT KAI, penanganan perkara tetap mengedepankan prinsip hukum yang berkeadilan, profesional, dan humanis, mengingat terduga pelaku masih berstatus anak di bawah umur.

“Kami menghormati langkah PT KAI Daop 7 Madiun dalam menyikapi aksi pelemparan batu tersebut. Proses penanganan dilakukan secara profesional dan humanis dengan tetap mengutamakan perlindungan anak serta memberikan pembelajaran kepada yang bersangkutan dan keluarganya,” tegas AKBP Suria, Selasa (27/1/2026).

Sementara itu, Kapolsek Nganjuk Kota, Kompol Jumari, menjelaskan bahwa petugas pengamanan PT KAI melalui jajaran Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) bergerak cepat mengamankan empat anak di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan awal, dua anak mengakui perbuatannya, sedangkan dua lainnya tidak terbukti terlibat secara langsung.

“Dua anak yang mengakui perbuatannya kemudian diserahkan ke Polsek Nganjuk Kota dengan didampingi orang tua masing-masing untuk dilakukan proses mediasi,” jelas Kompol Jumari.

Dua terduga pelaku yang masih berusia 10 tahun tersebut masing-masing berinisial AA dan AM, warga Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk.

Proses mediasi melibatkan perwakilan PT KAI, pihak kepolisian, serta orang tua terduga pelaku. Dalam kesepakatan yang dicapai, orang tua menyatakan kesanggupan memberikan penggantian kerugian kepada PT KAI sesuai dengan kemampuan keluarga, sekaligus berkomitmen melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap anak-anak mereka.

Kepala Pleton A Polsuska Mantingan Ngawi–Curah Malang, Ruki Irawan, menambahkan bahwa penyelesaian melalui jalur mediasi diterima sebagai bentuk keadilan restoratif setelah dilakukan koordinasi dengan PT KAI Daop 7 Madiun.

“Selain sebagai bentuk tanggung jawab, mediasi ini menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan operasional kereta api tetap terjaga,” ujarnya.

Setelah proses mediasi berjalan aman dan kondusif serta dituangkan dalam surat kesepakatan perdamaian, kedua anak tersebut dikembalikan kepada orang tua masing-masing untuk menjalani pembinaan dan pengawasan lebih lanjut.

Polres Nganjuk bersama PT KAI mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan menghindari aktivitas di sekitar jalur rel kereta api. Selain melanggar aturan, tindakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jasa kereta api. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow