DPRD Batu Ingatkan Potensi Kebocoran PAD Retribusi Parkir di Pasar Among Tani
Ketua Komisi B Asmadi menilai selain potensi kebocoran, antrean kendaraan akibat kerusakan gate juga dikhawatirkan menurunkan kenyamanan pengunjung pasar. Karena apabila sering terjadi kemacetan maka dapat membuat orang enggan ke pasar, sehingga bukan hanya soal PAD, namun juga soal pelayanan publik.
KOTA BATU, SJP – Potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir di Pasar Induk Among Tani mendapat sorotan DPRD Kota Batu. Pasalnya, gate parkir bantuan CSR Bank Jatim yang dipasang di pintu keluar–masuk pasar kerap mengalami gangguan.
Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi pada Jumat (12/9/2025) menegaskan kerusakan berulang itu bukan hanya mengganggu kenyamanan pengunjung, tetapi juga berisiko mengurangi capaian PAD.
“Kalau gate parkir sering eror, petugas terpaksa memberikan karcis secara manual. Di situ rawan terjadi kebocoran retribusi, dan tentu merugikan Kota Batu,” ujarnya
Terlebih data Diskumperindag mencatat, sejak 1 Januari hingga 10 September 2025, retribusi Tempat Khusus Parkir sudah menyumbang Rp2,3 miliar dari target Rp6 miliar.
Sedangkan di tahun sebelumnya, pencapaian retribusi parkir bahkan mencatat sejarah dengan meraih Rp3,5 miliar. Capaian tersebut dinilai bisa lebih maksimal apabila sistem gate parkir berfungsi optimal.
"Diskumperindag segera mengambil langkah tegas dengan mengganti gate parkir baru. Jangan sampai masalah teknis ini menghambat potensi PAD. Retribusi parkir pasar induk nilainya cukup besar, jadi harus ada jaminan sistem yang berjalan lancar,” pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

