Dobrak Asimetri Informasi, OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP untuk Dorong Pembiayaan Digital Peternak Sapi Perah

Peluncuran strategis ini dilaksanakan di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Agenda tersebut merupakan bagian dari implementasi riil program PROMISE 2 IMPACT, sebuah konsorsium lintas otoritas antara ILO, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan OJK, dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO).

12 Jun 2026 - 17:05
Dobrak Asimetri Informasi, OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP untuk Dorong Pembiayaan Digital Peternak Sapi Perah
DIGITALISASI SAPI PERAH: Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK, Adi Budiarso, memberikan sambutan pada peluncuran Sistem ERP dan Akses Keuangan Inklusif Sektor Sapi Perah di KAN Jabung, Malang, Kamis (11/6). Program kolaborasi OJK, ILO, dan Kemenko Perekonomian yang didukung Pemerintah Swiss (SECO) lewat skema PROMISE 2 IMPACT ini memanfaatkan integrasi data ERP gawai secara real-time untuk mendobrak hambatan kredit dan memperluas pembiayaan formal bagi 10.000 lebih peternak di Jawa Timur.
Dobrak Asimetri Informasi, OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP untuk Dorong Pembiayaan Digital Peternak Sapi Perah
Dobrak Asimetri Informasi, OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP untuk Dorong Pembiayaan Digital Peternak Sapi Perah

MALANG, SJP – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah taktis dalam memperluas penetrasi keuangan inklusif ke sektor riil. Berkolaborasi dengan International Labour Organization (ILO), OJK resmi meluncurkan Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan program akses keuangan inklusif bagi peternak sapi perah di Jawa Timur pada Kamis (11/6/2026).

Inovasi digital ini dirancang khusus untuk meruntuhkan tembok asimetri informasi yang selama ini mengisolasi peternak kecil dari ekosistem lembaga keuangan formal akibat keterbatasan data usaha. Melalui digitalisasi data usaha, program ini ditargetkan mampu menciptakan ekosistem peternakan yang jauh lebih produktif dan berkelanjutan.

Peluncuran strategis ini dilaksanakan di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Agenda tersebut merupakan bagian dari implementasi riil program PROMISE 2 IMPACT, sebuah konsorsium lintas otoritas antara ILO, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan OJK, dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO). Target besarnya adalah memperluas akses keuangan, mendorong digitalisasi, memperkuat rantai nilai usaha, serta meningkatkan kualitas dan keberlanjutan usaha UMKM di Indonesia.

Solusi Konkret Atasi Hambatan Kredit Sektor Peternakan

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir sebagai jawaban atas keluhan mendasar di lapangan. Selama ini, peternak kerap menghadapi kendala besar dalam menjangkau pembiayaan formal.

"Para peternak kerap menghadapi hambatan dalam mengakses pembiayaan formal akibat asimetri informasi berupa keterbatasan data yang valid, profil usaha yang tidak jelas, kapasitas produksi yang simpang siur, dan kondisi keuangan peternak yang belum terdokumentasi dengan baik," ujar Adi dalam sambutannya.

Bergerak dari urgensi tersebut, OJK mengoptimalkan Pusat Inovasi OJK Infinity bersama ILO untuk membangun dua fondasi utama dalam ekosistem ini: penguatan ekosistem usaha yang berkelanjutan dan pembangunan infrastruktur digital yang andal.

Melalui sistem ERP ini, seluruh data produksi, keuangan, dan operasional koperasi akan tercatat secara real-time dan sistematis. Hasilnya, koperasi dan lembaga keuangan bisa mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai kapasitas produksi, kualitas usaha, dan kondisi keuangan peternak.

"Melalui data yang dihasilkan oleh sistem ERP ini, pemeringkat kredit alternatif dapat membangun profil kredit peternak dengan lebih objektif, akurat, dan inklusif. Bersama Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan, sistem ini menjadi jembatan yang menghubungkan peternak rakyat dengan ekosistem jasa keuangan formal secara lebih menyeluruh dan sesuai kebutuhan," jelas Adi.

Dukungan Global dan Dampak Ekonomi Regional

Transformasi ini mendapat apresiasi penuh dari dunia internasional. Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Simrin Singh, menyatakan bahwa transformasi digital memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan usaha dan memperluas akses ekonomi bagi masyarakat.

"Digitalisasi dapat meningkatkan produktivitas, memperluas akses terhadap pembiayaan, memperkuat ketahanan usaha, dan menciptakan peluang kerja yang lebih baik. Kemitraan ini menunjukkan bagaimana inovasi, kebijakan publik, dan kolaborasi multipihak dapat bekerja bersama untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif," kata Simrin.

Senada dengan hal tersebut, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, H.E. Olivier Zehnder, menegaskan bahwa Swiss berkomitmen penuh mendukung kemandirian ekonomi lokal. "Ketika peternak memiliki akses terhadap informasi, teknologi, dan layanan keuangan yang lebih baik, mereka memiliki kapasitas yang lebih besar untuk berinvestasi, meningkatkan produktivitas, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah," sebutnya.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, menggarisbawahi pentingnya sektor sapi perah dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus motor ekonomi pedesaan.

"Penguatan sektor sapi perah bukan hanya tentang meningkatkan produksi susu, tetapi juga tentang meningkatkan kesejahteraan peternak, memperkuat koperasi, dan membangun ekonomi pedesaan yang lebih tangguh. Melalui digitalisasi dan perluasan akses keuangan, kita sedang membangun fondasi baru bagi pertumbuhan sektor peternakan yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing," papar Adhy

Replikasi Masif untuk Indonesia

Pada fase awal peluncuran, implementasi sistem ERP yang telah terintegrasi dengan layanan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) mencatatkan keberhasilan nyata di tiga koperasi sapi perah prioritas di Provinsi Jawa Timur. Ketiga lembaga mitra tersebut adalah Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Koperasi Peternak Sapi Perah Setia Kawan (KPSP Setia Kawan), dan KPUD Tani Wilis. Secara akumulatif, digitalisasi ekosistem pada tiga pilar koperasi ini telah berhasil memayungi serta mengonsolidasikan data lebih dari 10.000 anggota koperasi.

Sebagai langkah konkret pascapeluncuran, OJK bergerak cepat menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan para pemangku kepentingan strategis. Forum ini didesain khusus untuk menyusun cetak biru perluasan serta percepatan implementasi program di seluruh wilayah Jawa Timur. Melalui validasi keberhasilan di tiga koperasi percontohan tersebut, OJK memproyeksikan seluruh sistem dan standardisasi ini sebagai model baku (role model) yang siap direplikasi secara masif pada komoditas sektor lain serta berbagai daerah di Indonesia.

Langkah strategis di lapangan ini turut dikawal langsung oleh sejumlah pejabat lintas otoritas yang hadir dalam kegiatan, antara lain Bupati Malang H. Sanusi, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Leontinus Alpha Edison, Plh. Kepala Kantor OJK Provinsi Jawa Timur Horas V.M. Tarihoran, Kepala Kantor OJK Malang Farid Faletehan, dan Kepala Kantor OJK Jember Aris Budiman, bersama jajaran perwakilan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, pengurus koperasi, serta pelaku industri jasa keuangan.

Informasi Lebih Lanjut dan Kontak Media

Untuk keperluan korespondensi resmi, permintaan data teknis, maupun konfirmasi liputan lanjutan mengenai program digitalisasi ini, media dan publik dapat menghubungi saluran komunikasi resmi Otoritas Jasa Keuangan melalui detail kontak berikut:

Pejabat Penanggung Jawab: Agus Firmansyah, selaku Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK. (**)

Nomor Telepon Resmi: (021) 29600000.
Alamat Surat Elektronik: [email protected].
Situs Resmi Lembaga: www.ojk.go.id
Nama: Riski Rahayu Kurniawati. A.Md.I.Kom.. S.E.
Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow