Konsep Green Smart Port Dorong Efisiensi Energi dan Dekarbonisasi Pelabuhan Petrokimia Gresik
Penerapan Green and Smart Port merupakan langkah strategis Petrokimia Gresik dalam mendukung Sistem Logistik Nasional yang dicanangkan pemerintah untuk meningkatkan efisiensi, konektivitas, dan daya saing logistik nasional.
GRESIK, SJP — Konsep Green dan Smart Port mendorong upaya efisiensi energi dan dekarbonisasi pelabuhan di Petrokimia Gresik, Jawa Timur.
Beberapa implementasi yang telah dilakukan perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia tersebut diantaranya pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk gedung dan perkantoran, penggunaan sepeda motor listrik, mengganti lampu penerangan konvensional dengan LED, penerapan green building, serta pemanfaatan CCTV untuk memonitor segala aktivitas di Pelabuhan yang terdapat pada sistem Digital Port Supervising (aplikasi Petroport).
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan optimalisasi penggunaan Crane Pelabuhan dan Conveyor System dalam mendukung kegiatan operasional bongkar muat di Pelabuhan juga memegang peranan sangat penting dalam upaya efisiensi biaya distribusi baik bahan baku maupun produk jadi.
Penghematan biaya operasional pada akhirnya akan berpengaruh pada harga produk, sehingga langkah ini juga menjadi upaya Petrokimia Gresik dalam memberikan perlindungan bagi konsumen melalui produk berdaya saing.
"Green and Smart Port sudah menjadi kebutuhan bagi Petrokimia Gresik sebagai salah satu instrumen dalam meningkatkan daya saing usaha. Apalagi Petrokimia Gresik mendapatkan amanah penyaluran pupuk bersubsidi untuk menjaga ketahanan pangan nasional," kata Daconi, dalam keterangannya, Selasa (28/10/2025).
Daconi menyampaikan, penerapan Green and Smart Port merupakan langkah strategis Petrokimia Gresik dalam mendukung Sistem Logistik Nasional yang dicanangkan pemerintah untuk meningkatkan efisiensi, konektivitas, dan daya saing logistik nasional. Pelabuhan sebagai simpul utama logistik nasional memiliki peran vital dalam memperlancar arus barang dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Ia menyebut, aktivitas pelabuhan juga signifikan menyumbang peningkatan emisi gas rumah kaca, sehingga transformasi menjadi pelabuhan hijau dan cerdas sangat dibutuhkan.
Inisiatif konsep Green and Smart Port sejalan dengan komitmen Indonesia dalam penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030 sebagaimana tercantum dalam Nationally Determined Contribution (NDC), dengan fokus pada efisiensi energi, digitalisasi sistem pelabuhan, penggunaan energi bersih, serta pengurangan jejak karbon dari aktivitas maritim dan logistik nasional.
"Pelabuhan menjadi salah satu titik atau tempat bagi Petrokimia Gresik untuk banyak berhubungan dengan mitra. Tentu konsep Green and Smart Port yang mampu menjadikan proses kepelabuhanan lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan, implementasinya tidak bisa dijalankan secara mandiri, memerlukan support dari semua mitra," paparnya.
Penerapan konsep Green Port ini juga telah mendapatkan sejumlah penghargaan. Tahun 2022, Pelabuhan Petrokimia Gresik mendapat penghargaan Green Port Terbaik Se-Indonesia dari Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Kemudian di tahun 2023, menjadi pelabuhan pertama di Indonesia yang mendapatkan Green Port Award System (GPAS) dari APEC Port Service Network (APSN). Terbaru, di tahun 2024, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan penghargaan Pelabuhan Sehat. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

