Divi, Remaja Blitar Sukses Jual Animasi ke Luar Negeri

Divi, remaja Blitar, sukses jual animasi Roblox ke luar negeri berkat belajar otodidak dan dukungan orang tua.

03 Jun 2025 - 06:58
Divi, Remaja Blitar Sukses Jual Animasi ke Luar Negeri
Al Divi Rarindrayana remaja asal Kota Blitar, pembuat animasi game roblox. (Beritasatu.com/SJP)

BLITAR,SJP - Kreativitas dan ketekunan Al (Artificial Intelligence) Divi Rarindrayana (16), remaja asal Kota Blitar, menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Anak pertama dari pasangan Jodi Narendradat dan Vita Tunjung Sari ini, berhasil menjual animasi game Roblox buatannya ke klien dari Amerika dan Eropa.

Sejak SD, Divi sudah tertarik dengan dunia game. Tapi bukan hanya main, ia justru tertarik pada animasi dan gerakan karakter dalam game. Ia sudah membuat banyak karakter dan animasinya dikenal di luar negeri.

“Awalnya saya memang senang main gim. Namun lama-lama saya justru tertarik dengan animasi di dalam sebuah permainan. Setiap karakternya dan bagaimana gerakan-gerakannya,” ungkapnya saat dikutip dari Beritasatu.com.

Divi belajar membuat animasi secara otodidak. Ia terus berlatih membuat karakter satu per satu, sampai karyanya mulai dikenal oleh teman-temannya dan remaja di Blitar.

Walaupun sudah main Roblox sejak kelas satu SD, Divi mulai serius membuat animasi pada September tahun lalu. Harga animasinya mulai dari 8 dolar AS, tergantung kesulitan. Sejak itu, ia sudah menerima ratusan pesanan dari berbagai negara.

“Kalau misal ada tugas sekolah saya kerjakan dulu, saya ngomong ke klien. Baru setelah itu saya lanjutkan kerjaan animasinya,” ujar Divi.

Ia menegaskan bahwa semua keahliannya ia pelajari sendiri. “Saya lihat animasi orang lain keren banget, lalu muncul niat untuk bisa buat sendiri," tambahnya.

Selain mendapat penghasilan lumayan besar, prestasi Divi menarik perhatian Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Pada Senin (2/6/2025), Emil datang langsung ke rumah Divi di Jalan Kenari, Kota Blitar.

“Kami hadir ingin lihat langsung dan saya ingin mengapresiasi kepada orang tua ketika anak main game ada dua pilihan: dilarang atau didukung dan diarahkan,” kata Emil.

Ia menambahkan bahwa dukungan orang tua sangat penting dalam mengembangkan potensi anak. Pemerintah juga akan terus mendukung kreativitas anak muda agar bisa berkarya dan menghasilkan uang.

Kisah Divi membuktikan bahwa dunia digital dan teknologi, jika diarahkan dengan benar, bisa menjadi jalan untuk meraih prestasi dan masa depan yang cerah. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber : 
Beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow