Cerita Santri Langitan di Balik Logo Muktamar ke-35 NU Jombang dan Makna Filosofi Dua Lingkarannya

Cerita M Shofa Ulum Azmi, alumnus Ponpes Langitan Tuban yang merancang logo Muktamar Ke-35 NU dalam semalam lewat filosofi dua lingkaran Syuriah dan Tanfidziyah.

21 Jul 2026 - 08:00
Cerita Santri Langitan di Balik Logo Muktamar ke-35 NU Jombang dan Makna Filosofi Dua Lingkarannya
M Shofa Ulum Azmi, alumnus santri Pondok Pesantren Langitan beserta logo Muktamar NU yang didesainnya. (Foto: beritasatu.com)

TUBAN, SJP - Jemari M Shofa Ulum Azmi menggurat selembar kertas yang masih bersih. Tanpa kemewahan studio desain, sebuah pensil mewujudkan desain yang sarat filosofi. Alumnus Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur itu sedang mencoba merumuskan: identitas visual Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Dari goresan-goresan awal yang sederhana, lahir dua lingkaran yang saling bersinggungan. Sebuah konstruksi geometris polos yang di matanya menyimpan makna begitu dalam.

"Logo ini berawal dari sketsa kasar yang kemudian membentuk dua lingkaran sebagai konstruksi utamanya. Saya memaknai dua lingkaran itu sebagai simbol Syuriah dan Tanfidziyah yang berjalan selaras dalam mengemban khidmah Nahdlatul Ulama," kenang Shofa.

Di balik kesederhanaan bentuknya, Shofa membayangkan dinamika kepemimpinan jam'iyyah. Syuriah sebagai penuntun dan pengarah, serta Tanfidziyah sebagai pelaksana. Hubungan keduanya ia visualisasikan bagai ikatan batin antara ayah dan anak. Saling melengkapi, mengayomi, dan menguatkan. Luapan intuisi dan rasa hormatnya pada organisasi itu mengalir begitu deras, hingga seluruh proses sketsa awal tersebut tuntas hanya dalam tempo satu malam.

Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan karya Shofa sebagai logo resmi Muktamar Ke-35 NU bukan sekadar kemenangan sebuah desain grafis. Lebih dari itu, terpilihnya logo ini memanggil kembali memori kolektif tentang jejak historis Pesantren Langitan. Tempat di mana para pendiri NU seperti KH Hasyim Asy'ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah dahulu menimba ilmu, kini kembali menyumbang sumbangsih nyata, kali ini lewat guratan karya alumni mudanya.

Bagi kalangan pesantren, apa yang dilakukan Shofa adalah bentuk lain dari khidmah (pengabdian). Pengabdian yang tak lagi berbatas pada mimbar ceramah atau ruang-ruang rapat struktural.

"Khidmah kepada NU tidak selalu diwujudkan melalui jabatan. Karya, pemikiran, inovasi, dan kreativitas yang membawa manfaat bagi organisasi juga merupakan bagian dari pengabdian. Semoga semangat itu terus hidup dan menginspirasi generasi muda nahdliyin," tutur Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, KH Ma'shum Faqih.

Lewat selembar sketsa yang lahir dalam beberapa jam, Shofa tidak hanya merancang logo untuk sebuah muktamar. Ia sedang menenun benang pengabdian santri zaman now untuk membuktikan bahwa dengan kanvas dan kreativitas, tradisi khidmah santri Langitan untuk NU akan terus bernapas, melintasi zaman. (**)

Sumber: beritasatu.com

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow