Ditinggal Ibu dan Hidup dalam Keterbatasan, Tunagrahita di Nganjuk Butuh Uluran Tangan
Kondisi Ahmad seperti ini sudah lama dan memang ada keterbelakangan mental. Bahkan, ibunya meninggal dan bapaknya menikah lagi, jadi hanya bertiga tinggal di rumah.
NGANJUK, SJP - Nasib pilu menimpa Ahmad Khoirudin seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun di Dusun Kebonagung Desa Sumberkepuh Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk, yang diduga mengalami keterbelakangan mental, hidup bertiga bersama saudaranya dan diasuh oleh neneknya.
Ahmad Khoirudin kondisinya tidak mengenyam pendidikan sebagaimana anak seusianya, karena menderita tunagrahita. Dia juga sudah tiga tahun ditinggal ibu kandungnya.
Menurut tetangganya, Tarmudi menjelaskan, kondisi Ahmad seperti ini sudah lama dan memang ada keterbelakangan mental. Bahkan, ibunya meninggal dan bapaknya menikah lagi, jadi hanya bertiga tinggal di rumah.
"Kondisinya sekarang Ahmad ini butuh uluruan tangan, karena terlihat ada keterbelangan mental, saya berharap ada bantuan baik dari pemerintah desa dan pusat," ujar Tarmudi, Kamis (20/2/2025).
Menurutnya, Ahmad diketahui menderita kanker otak sejak lahir.
"Kondisinya seperti ini saat berada dalam kandungan, mengidap penyakit kanker otak. Ibunya meninggal dan bapaknya nikah lagi," sambungnya.
Menyikapi hal itu, Muhammad Ridwad Aktifis Pemerhati Sosial berharap pemerintah desa memberikan tindakan positif untuk Ahmad.
"Kami datang ke rumah Ahmad, ingin melihat langsung dan meminta Pemdes Sumberkepuh agar bisa memberikan bantuan," ucapnya.
Sementara, Kades Sumberkepuh David yang diwakilkan Bayan Dewi Warsih ikut hadir di rumah Ahmad. Dia katakan, Pemdes Sumberkepuh sudah memberikan bantuan.
"Sudah mas, kami sudah monitoring keadaan adik Ahmad," singkatnya.
Disinggung bantuan dari desa seperti apa, perempuan berjilbab menjelaskan, jika Ahmad sudah menerima bantuan melalui PKH.
"Kita juga coba lakukan pendataan melalui Dinsos, mohon waktunya ya," tutup Dewi. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

