Ditemukan Pagar Kerajaan Majapahit, Candi Brahu di Mojokerto Segera Diekskavasi

Fokus ekskavasi berada di sisi selatan Candi Brahu. Pagar itu diperkirakan mengelilingi area candi kawasan situs arkeologi Trowulan yang dianggap sebagai bekas ibu kota Majapahit

14 May 2025 - 12:32
Ditemukan Pagar Kerajaan Majapahit, Candi Brahu di Mojokerto Segera Diekskavasi
Penampakan Candi Brahu yang berlokasi di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Istimewa)

MOJOKERTO, SJPKementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur segera melakukan ekskavasi di area Candi Brahu yang berlokasi di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Ekskavasi itu dilakukan menyusul adanya temuan pagar di area candi peninggalan Kerajaan Majapahit itu. Fokus ekskavasi berada di sisi selatan Candi Brahu. Pagar itu diperkirakan mengelilingi area candi kawasan situs arkeologi Trowulan yang dianggap sebagai bekas ibu kota Majapahit tersebut.

“Ada temuan pagar keliling di area komplek Candi Brahu,” kata Kepala BPK Wilayah XI, Endah Budi Heryani, Rabu (14/5/2025).

Pantauan di lokasi, sejumlah tim dari BPK Wilayah XI tampak melakukan pengukuran dan memasang patok di lokasi candi. Sementara penggalian diperkirakan dimulai pada besok Kamis (15/5/2025).

Ekskavasi itu akan melibatkan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) kabupaten Mojokerto dan pihak pemerintah desa setempat.

Informasi yang dihimpun dari BPK XI Jawa Timur, keberadaan Candi Brahu dicatat pada tahun 1815 oleh Wardenaar, saat dirinya mendapat tugas dari Raffles untuk melakukan pencatatan peninggalan arkeologi di daerah Mojokerto.

Hasil kerja Wardenaar ini kemudian dicatat oleh Raffles dalam buku “History of Java” yang terbit pada tahun 1817.

Candi Brahu diyakini sebagai candi tertua yang berada di wilayah Kecamatan Trowulan. Dugaan ini berangkat dari prasasti Alasantan yang ditemukan tidak jauh dari lokasi Candi Brahu. Prasasti itu dikeluarkan oleh Raja Mpu Sindok pada tahun 939.

Isi prasasti itu menyebutkan nama sebuah bangunan suci, yaitu Waharu atau Warahu. Nama tersebut diduga sebagai asal nama Candi Brahu sekarang.

Candi Brahu terdiri dari sebuah bangunan dengan denah persegi dengan ukuran sekitar 20,7x20,7 meter. Bangunan candi ini terdiri dari kaki, tubuh, dan atap. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow