Bupati Situbondo Lantik 3 Kades PAW, Haramkan Berpikir Kembalikan Biaya Politik

Tiga Kepala Desa PAW yang resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Situbondo adalah: Hairil Anwar sebagai Kepala Desa Curah Kalak, Kecamatan Jangkar; Taufiq Hidayat sebagai Kepala Desa Sumber Anyar, Kecamatan Mlandingan; dan Abu Hasan sebagai Kepala Desa Sidomukti, Kecamatan Mlandingan.

13 Jul 2026 - 15:30
Bupati Situbondo Lantik 3 Kades PAW, Haramkan Berpikir Kembalikan Biaya Politik
Tiga Kepala Desa hasil PAW yang dilantik dan disumpah di Pendopo Rakyat Situbondo, dalam kesempatan itu Mas Rio Minta Para Kades untuk rangkul lawan politiknya dan tidak usah berharap untuk pengembalian biaya pencalonan. (Sugeng/SJP)

SITUBONDO, SJP–Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tiga Kepala Desa Antar Waktu (PAW) tahun 2026 resmi digelar di Pendopo Rakyat Situbondo pada Senin (13/7/2026). 

Momen sakral ini menjadi babak baru sekaligus tantangan bagi para pemimpin desa terpilih untuk menjaga stabilitas di wilayah masing-masing.

Tiga Kepala Desa PAW yang resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Situbondo adalah: Hairil Anwar sebagai Kepala Desa Curah Kalak, Kecamatan Jangkar; Taufiq Hidayat sebagai Kepala Desa Sumber Anyar, Kecamatan Mlandingan; dan Abu Hasan sebagai Kepala Desa Sidomukti, Kecamatan Mlandingan.

Dalam arahannya, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menekankan pentingnya menjaga kondusifitas desa pasca-kontestasi. 

Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa meskipun pemilihan kepala desa telah usai, masih banyak lapisan masyarakat yang belum bersikap dewasa dalam berpolitik. Akibatnya, perselisihan dan gesekan antar-kubu pendukung kerap terjadi.

Menyikapi hal tersebut, bupati yang karib disapa Mas Rio ini meminta seluruh elemen masyarakat untuk bersatu kembali. Secara khusus, ia menginstruksikan ketiga kepala desa yang baru dilantik untuk segera merangkul semua pihak, termasuk mantan lawan politik mereka. 

Langkah ini dinilai penting agar program kerja pemerintah desa dapat berjalan optimal tanpa hambatan konflik internal.

Mas Rio menegaskan bahwa setiap kontestasi politik pasti melahirkan pihak yang menang dan kalah. Saat ini, masyarakat dituntut untuk bijak dan berpikir dewasa. Begitu pelantikan selesai, kepala desa terpilih berkewajiban untuk mengakhiri segala bentuk perbedaan politik. Kepala desa adalah pemimpin bagi seluruh warga, bukan hanya pelayan bagi kelompok pendukungnya saja.

"Jadi ketika anda sudah menjadi pemimpin, maka tugas anda adalah memimpin seluruh rakyat di desa itu. Jangan di beda-bedakan," tegas Mas Rio.

Tantangan berat kini menanti para kepala desa baru. Dalam menjalankan roda pemerintahan desa, mereka dituntut untuk mengelola keuangan sesubjektif dan seefisien mungkin. Hal ini terjadi menyusul adanya kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan oleh pemerintah pusat.

Akibat kebijakan tersebut, alokasi Dana Desa (DD) nasional yang diterima setiap desa mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni menjadi sekitar Rp300 juta hingga Rp350 juta saja per tahun.

Melihat keterbatasan anggaran ini, Mas Rio memberikan peringatan keras. Ia menekankan agar para kepala desa mengubur dalam-dalam keinginan atau niat untuk mengembalikan modal biaya politik yang telah mereka keluarkan selama masa pencalonan.

"Jangan berpikir mengembalikan biaya politik. Jadilah pemimpin yang amanah dan bekerja untuk masyarakat. Dan apa yang telah kita lakukan bisa menjadi ladang amal," ucap Mas Rio.

Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kabupaten Situbondo berharap ketiga desa tersebut dapat segera mengakselerasi pembangunan, menjaga kerukunan warga, dan mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, serta akuntabel. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow