Buka MPLS, Bupati Gresik Tekankan Sekolah Moderasi Beragama

Moderasi beragama diwujudkan sebagai upaya nyata Pemkab Gresik untuk memperkuat semangat keberagaman sejak dini.

13 Jul 2026 - 17:20
Buka MPLS, Bupati Gresik Tekankan Sekolah Moderasi Beragama
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, saat membuka MPLS di SMPN 1 Gresik. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Hari pertama masuk sekolah sekaligus pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2026/2027 di Kabupaten Gresik menandai babak baru dalam dunia pendidikan setempat. 

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, secara resmi meluncurkan program Sekolah Moderasi Beragama yang dipusatkan di UPT SMPN 1 Gresik, pada Senin (13/7/2026).

​Dalam arahannya saat membuka MPLS, Bupati yang akrab disapa Gus Yani ini menekankan pentingnya menciptakan ekosistem sekolah yang ramah, aman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik.

Lingkungan sekolah harus menjadi laboratorium toleransi yang menyatukan perbedaan. ​"Kita mencoba moderasi sekolah beragama ini untuk memperluas kesempatan bagi siswa non-muslim bersekolah di negeri," kata dia.

Yani mengatakan, moderasi beragama diwujudkan sebagai upaya nyata Pemkab Gresik untuk memperkuat semangat keberagaman sejak dini. Ia menyebut, dengan hak tersebut ingin memastikan bahwa seluruh anak bangsa memiliki hak dan kenyamanan yang sama dalam mengenyam pendidikan di sekolah negeri.

Bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik, pihaknya akan terus berupaya untuk mendorong sekolah-sekolah menuju moderasi beragama. 

"Kita tahu agama minoritas kesulitan untuk mencari sekolah, bisa jadi non islam belum diberikan ruang sekolah di negeri. Maka disini kami menggandeng Kemenag mencoba inisiasi sekolah yang mampu untuk menjadi rujukan moreasi beragama," jelasnya. 

Sementara itu, Kepala UPT SMPN 1 Gresik, Beri Avita Prasetiya, membeberkan data riil implementasi keberagaman di sekolah yang dipimpinnya.

Ia menyampaikan bahwa dari total 960 siswa yang mengenyam pendidikan di SMPN 1 Gresik saat ini, jumlah siswa non-muslim sudah hampir menyentuh angka 100 anak.

SMPN 1 Gresik sudah melengkapi jumlah tenaga pendidik dan fasilitas ibadah untuk masing-masing agama di lingkup sekolah.

"Jadi, kita di SMP 1 Gresik mewadahi anak-anak ini supaya mengedepankan toleransi beragama sehingga nanti kelak tercipta kerukunan antar beragama, ketika anak-anak ini sudah di masyarakat," pungkasnya. (**) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow