Banjir Lahar Semeru Ganggu Akses dan Isolasi Warga Lumajang

Warga Lumajang kesulitan akses transportasi akibat jalur tertutup banjir lahar Semeru. Sementara satu dusun terdampak.

14 May 2025 - 13:02
Banjir Lahar Semeru Ganggu Akses dan Isolasi Warga Lumajang
Banjir lahar hujan Semeru mengakibatkan akses warga di Lumajang, Jawa Timur (Jatim) mengalami kendala karena material batu menutup akses transportasi antarkecamatan. (Foto: Beritasatu.com)

LUMAJANG, SJP—Banjir lahar hujan dari Gunung Semeru kembali menerjang wilayah Kabupaten Lumajang, Selasa (13/5/2025) sore. Akibatnya, akses warga antarkecamatan terhambat total setelah material batu dan pasir menutup jalur alternatif di kawasan Sungai Besuk Sat, Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe.

Berdasarkan rekaman video  yang beredar, banjir lahar membawa material batu besar dan pasir dari arah hulu setelah wilayah puncak Gunung Semeru diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi. Data dari pos pemantauan mencatat, getaran banjir mencapai amplitudo maksimal 38 milimeter dengan durasi 6.300 detik.

Material yang terbawa banjir menutup jalur penghubung antara Kecamatan Pasrujambe dan Kecamatan Candipuro. Warga setempat pun bergotong-royong membersihkan material batu besar secara bersama-sama untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup sepanjang aliran Sungai Besuk Sat.

“Kemarin banjirnya besar. Sehingga menutup jalur ke Penanggal dan Pasrujambe. Ini kami sedang membersihkan jalur dengan menyingkirkan dan memecah batu-batu dari sisa banjir,” ujar Dhina, salah seorang warga Desa Pasrujambe, Rabu (14/5/2025).

Untuk sementara, jalur tersebut ditutup hingga proses pembersihan selesai. Warga yang hendak melintas dari Pasrujambe ke Candipuro terpaksa memutar melalui jalur lain. Jalur hanya dapat dilalui sepeda motor melalui jembatan gantung di sisi timur. Sedangkan kendaraan roda empat belum bisa melintas, karena kondisi aliran sungai masih deras dan berbahaya.

Selain menutup jalur antar-kecamatan, banjir lahar juga membuat  warga di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro terisolasi. Sebanyak 125 keluarga di Dusun Sumberlangsep terdampak dan saat ini mengalami kesulitan akses keluar masuk wilayah.

Pemerintah daerah dan relawan bencana alam diimbau segera melakukan evakuasi serta penanganan darurat untuk membantu warga yang terdampak. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi banjir lahar susulan, mengingat curah hujan di kawasan Semeru masih tinggi. (**)

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow