Distribusi Bahan Pokok Terganggu Imbas Cuaca Buruk ke Pulau Bawean, Harga Telur Ayam Tembus Rp60 Ribu Per Kg
Kondisi cuaca buruk di perairan Laut Jawa Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berdampak buruk terhadap distribusi bahan pokok ke Pulau Bawean. Imbasnya sejumlah bahan pokok melonjak tinggi seperti telur ayam dan ayam potong.
GRESIK, SJP — Cuaca buruk di perairan laut Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengakibatkan distribusi sejumlah bahan pokok ke Pulau Bawean, terganggu.
Kondisi tersebut mengakibatkan gelombang tinggi di laut mencapai 2,5 meter. Kapal penyebrangan dari Pelabuhan Gresik menuju Pulau Bawean pun dihentikan sampai menunggu cuaca membaik.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mencatat akibat kondisi tersebut, distribusi sejumlah bahan pokok tertahan di Pelabuhan Gresik. Sejumlah bahan pokok di Pulau Bawean melonjak tajam seperti telur ayam dan ayam potong.
“Dalam beberapa hari terakhir, harga kebutuhan pokok di Bawean melonjak tajam. Telur tembus Rp60.000 per kilogram, ayam mencapai Rp90.000–Rp100.000 per kilogram. Warga benar-benar kesulitan," kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam keterangannya, Senin (8/9/2025).
Yani mengatakan, kondisi tersebut kini sudah berangsur pulih setelah rombongan Gubernur Khofifah Indar Parawansa melepas keberangkatan KRI Surabaya 591 dari Dermaga Semampir Baru Koarmada II Surabaya, Jumat (5/9/2025).
Kapal perang tersebut membawa beragam bantuan logistik, mulai dari 10 ton beras Bulog, 1 ton minyak goreng, 1 ton telur ayam, 1 ton gula, 750 kg daging ayam beku, bawang merah, bawang putih, cabai, hingga 50 tabung gas elpiji ukuran 12 kg.
Selain itu, kapal lerang itu juga membawa 5.000 paket sembako, biskuit, susu, madu, 487 kardus air mineral, serta mobil cold storage untuk menjaga kualitas bahan pangan segar.
Tak hanya kebutuhan pokok, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Gresik juga memberikan bantuan donasi 4.135 paket sembako dari Mayapada Group dan alat bantu mobilitas bagi lansia serta penyandang disabilitas.
“Bantuan ini bukan hanya soal logistik, tapi juga wujud solidaritas yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari nelayan, keluarga miskin ekstrem, penerima PKH Plus, Tagana, hingga TKSK,” jelas Bupati Yani.
Selain distribusi logistik, Yani menambahkan kapal perang KRI Surabaya 591 juga mengevakuasi puluhan warga yang sempat tertahan di Gresik akibat tidak beroperasinya kapal penumpang dan barang sejak 29 Agustus 2025.
“Kami arahkan 50 warga Bawean yang tertahan di Gresik untuk ikut berangkat bersama KRI 591. Semua ini berkat koordinasi yang solid lintas lembaga,” tambahnya.
Pihaknya berharap, kondisi ini menjadi pengingat pentingnya menjaga jalur distribusi ke kepulauan, khususnya Pulau Bawean agar tetap lancar.
“Bawean adalah bagian dari Gresik yang tidak boleh terpinggirkan. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi agar kebutuhan masyarakat kepulauan selalu terjamin, apa pun tantangannya,” pungkas dia. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

