Disperta Jombang akan Realisasikan Bantuan Bibit Padi untuk Sawah Terdampak Banjir

Tiap petani akan mendapat bantuan 25 kilo bibit padi per hektar. Realisasinya baru akan diwujudkan pada musim tanam berikutnya.

07 Feb 2025 - 21:51
Disperta Jombang akan Realisasikan Bantuan Bibit Padi untuk Sawah Terdampak Banjir
Terlihat petani dari kejauhan sedang menyisip bibit padi usai terdampak banjir di Megaluh, Jombang. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP - Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang bakal merealisasikan bantuan bibit padi kepada petani yang sawahnya terendam banjir. Bantuan baru diberikan menjelang musim tanam berikutnya. 

Kepala Disperta Kabupaten Jombang, Much Rony menyebut jika sawah terdampak genangan air banjir karena curah hujan deras kurang lebih mencapai 200 hektar sawah. Seluas itu juga bibit tanaman padi petani mengalami kerusakan. 

"Nantinya per hektar akan mendapatkan bantuan bibit 25 kilogram. Jumlah petani yang sudah terdata kurang lebih 600 orang," ungkap Rony kepada wartawan, Jumat (7/2/2025). 

Mengenai waktu realisasi bantuan, Rony menyampaikan akan diberikan menjelang musim tanam berikutnya. Dimana bibit akan dilakukan persemaian baru pada tanam padi selanjutnya. 

"Insyaallah bibit diberikan bulan April-Mei 2025 untuk ditanam pada musim berikutnya," bebernya. 

Disperta tidak akan membagikan bibit padi pada musim tanam sekarang. Ia beralasan jika diberikan di pertengahan saat ini, tentu usia tumbuh kembang tanaman tidak sama dengan tanaman padi yang tidak terendam banjir. 

"Jika diberikan sekarang petani harus menyemai baru lagi dan itu butuh waktu kurang lebih satu bulan. Dan usia tanamnya berbeda," ujarnya. 

Pada pemberian bantuan bibit padi belum akan diberikan keseluruhan petani, mengingat anggaran yang dialokasikan terbatas. Berdasar data Disperta akibat dampak banjir, ada kurang lebih 200 hektare sawah petani terendam. 

"Anggaran kami untuk pengadaan bibit ini hanya untuk 180 hektare saja. Sisanya akan ada pengadaan lagi lewat P-APBD (Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, red) 2025," bebernya. 

Sebagai informasi, merujuk data Disperta Jombang ada 615 hektare sawah di Kabupaten Jombang rentan kembali tergenang luapan banjir. Kondisi ini menempatkan luasan tersebut sebagai wilayaj waspada banjir. 

Wilayah itu terbagi ke beberapa kecamatan, yakni di Kecamatan Peterongan ada sekitar 30 hektare, tepatnya masuk di kawasan Desa Ngrandulor.

Sisanya ada 60 hektare terbagi di Kecamatan Tembelang, yakni di Desa Tembelang 15 hektare, Desa Rejosoponggir 30 hektare dan Desa Jatiwetas 15 hektare. 

Kemudian lokasi terluas rentan terkena luapan banjir di Kecamatan Kesamben ada 525 hektare, tepatnya di Desa Kedungbetik 200 hektare, Desa Kesamben 75 hektare, Desa Watudakon 150 hektare dan Desa Kedungmlati 10 hektare. 

Sebelumnya, Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, sampai tanggal 24 Januari 2025 ada sekitar 530 hektare lahan padi petani terdampak banjir. Titik persebaran mencakup 7 kecamatan di Kabupaten Jombang. 

Di Kecamatan Kesamben luas sawah terdampak mencapai 427 hektare paling luas menyusul banjir yang terjadi lebih dari sepekan akibat luapan sungai Afvour Watudakon. Dua Desa terdampak, yakni Desa Jombok dan Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben. 

Menyusul Kecamatan Sumobito dengan luas sawah terdampak mencapai 40 hektare, Kecamatan Megaluh 25 hektare, Kecamatan Bandarkedungmulyo seluas 23 hektare, Kecamatan Tembelang 8 hektare dan terakhir Kecamatan Ngoro seluas 2,5 hektare. (*) 

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow