Dinkes Kota Batu Bakal Sidak Kandungan Makanan di Pasar Takjil

Kepala Dinkes Kota Batu Aditya Prasaja pada Kamis (27/2/2025) menyampaikan bahwa inspeksi akan dimulai pada minggu pertama Ramadan. Petugas akan mengambil sampel makanan dan minuman dari pedagang secara acak untuk diuji di laboratorium. Jika ditemukan kandungan berbahaya seperti boraks atau pewarna tekstil, pihaknya akan memberikan peringatan kepada pedagang yang bersangkutan.

27 Feb 2025 - 18:29
Dinkes Kota Batu Bakal Sidak Kandungan Makanan di Pasar Takjil
Sidak makanan oleh Dinkes Kota Batu (dok/Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu akan melakukan inspeksi terhadap sejumlah pasar takjil selama bulan Ramadan 2025, untuk memastikan keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan guna mencegah peredaran makanan dan minuman berbuka puasa yang mengandung bahan berbahaya.

Kepala Dinkes Kota Batu Aditya Prasaja pada Kamis (27/2/2025) menyampaikan bahwa inspeksi akan dimulai pada minggu pertama Ramadan.

Petugas akan mengambil sampel makanan dan minuman dari pedagang secara acak untuk diuji di laboratorium. Jika ditemukan kandungan berbahaya seperti boraks atau pewarna tekstil, pihaknya akan memberikan peringatan kepada pedagang yang bersangkutan.

"Secara rutin dilakukan pengecekan untuk keamanan pangan. Kita akan keliling, terutama di titik-titik yang berpotensi tidak aman, seperti Pasar Takjil yang pedagangnya berjejer," urainya.

Ia juga menegaskan bahwa pengawasan ini penting karena pada Ramadan tahun sebelumnya, pihaknya masih menemukan beberapa pedagang yang menggunakan bahan pangan berbahaya. Terlebih pada 2024 lalu tim Dinkes bersama Balai POM Surabaya sempat mendapati dua sampel makanan yang diduga mengandung boraks.

Untuk itu dalam inspeksi mendatang, Dinkes akan fokus pada makanan yang berisiko tinggi mengandung bahan berbahaya, seperti cilok, sosis, tempura, seafood, serta aneka minuman dingin dan puding. Meski dalam beberapa tahun terakhir tidak ditemukan kasus keracunan makanan di Kota Batu, pengawasan ketat tetap diperlukan untuk melindungi kesehatan masyarakat.

"Pedagang seharusnya jujur. Mereka tahu boraks dilarang, pewarna tekstil juga tidak boleh. Disuruh konsumsi sendiri pasti tidak mau, tapi kok dijual untuk orang lain?" Imbuh Aditya.

Selain itu ia juga memaparkan dengan adanya sidak rutin ini, pedagang akan semakin sadar akan pentingnya keamanan pangan dan tidak lagi menggunakan bahan-bahan berbahaya dalam jualannya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan berbuka puasa. Konsumen disarankan membeli takjil dari penjual yang terpercaya dan memperhatikan kebersihan serta kualitas makanan yang dibeli. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow