Dinkes Buka Suara Soal Ibu Hamil di Gresik Terkontaminasi Mikroplastik
Temuan partikel mikroplastik di ibu hamil terungkap di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Hal ini mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Kesehatan setempat.
GRESIK, SJP - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, buka suara terkait riset atas temuan partikel mikroplastik yang terdapat di sampel cairan ketuban dan urin ibu hamil di wilayahnya.
Di mana, hasil awal riset menunjukkan adanya potensi risiko serius terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin, bahkan berpotensi berkaitan dengan kasus stunting yang menjadi isu kesehatan nasional.
Kepala Dinkes Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusna, mengatakan, belum dapat berkomentar terkait temuan mikroplastik di ibu hamil tersebut.
Meski demikian, ia sudah melakukan koordinasi dengan pihak yang melakukan riset dari Ecological Observation and Wetland Conservations (Ecoton) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair).
"Saya belum bisa berkomentar masalah itu (temuanmikroplastik), karena kami tidak mengetahui pasti dan penelitian itu apakah sudah bisa dibuktikan dengan tervalidasi. Jadi kami juga belum belum bisa berkomentar," kata Kadinkes Khusna, Sabtu (22/11/2025).
Khusna juga mengungkap, belum bisa berkomentar terkait korelasi imbas ibu hamil yang terkontaminasi mikroplastik terhadap kasus stunting. Meski demikian, Dinkes Kabupaten Gresik sudah melalui berbagai upaya untuk melakukan pencegahan kasus stunting di tingkat hulu sampai hilir.
Dari data Dinkes Kabupaten Gresik, bahwa kasus stunting hibgga menjelang akhir tahun ini tercatat sebanyak 3.500 kasus.
"Jadi stunting di Kabupaten Gresik itu kan sekitar 3.500 kasus. Memang kalau secara prevalensi 15,2 persen. Turun dari tahun sebelumnya sebesar 15,4 persen," jelasnya.
Khusna menjelaskan, pencegahan kasus stunting dilakukan dengan berbagai kegiatan lintas sektor berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), PKK, hingga stakeholder.
Ia menyebut, pencegahan kasus stunting dilakukan dari hulu mulai pemberian tablet tambah darah mencegah anemia bagi siswa perempuan, pembinaan calon pengantin, sampai pendampingan ibu hamil.
"Bahkan pendampingan ibu hamil sampai kemudian saat dia bersalin. Jadi pencegahannya itu multi sektoral dengan berbagai kegiatan yang sudah kita lakukan bersama," pungkasnya.
Sebelumnya, Ecoton melaporkan bahwa dari 23 sampel air ketuban dan urine ibu hamil di Gresik, seluruhnya positif mengandung partikel mikroplastik. Temuan ini menjadi sinyal penting bagi dunia kesehatan dan lingkungan tentang dampak nyata pencemaran plastik terhadap manusia sejak dalam kandungan.
Fenomena ibu hamil terpapar mikroplastik ini membuka kesadaran baru tentang ancaman mikroplastik terhadap generasi mendatang. Para ahli menilai, pengendalian limbah plastik dan peningkatan kesadaran lingkungan menjadi langkah penting untuk menekan risiko gangguan tumbuh kembang dan stunting sejak dini. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

