Kapal Ikan KM Gracias Tanjung Perak Terbakar di Pelabuhan Probolinggo, Kerugian Capai Ratusan Juta
Kebakaran kapal ikan di Pelabuhan Mayangan Probolinggo sempat bikin panik warga. Beruntung, api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa. Dugaan sementara, kebakaran dipicu aktivitas perbaikan kapal.
PROBOLINGGO, SJP - Kebakaran melanda sebuah kapal motor pengangkut ikan di kawasan Pelabuhan Perikanan Mayangan, Kota Probolinggo, pada Senin sore, 20 April 2026. Peristiwa ini terjadi saat kapal tengah bersandar dan diduga kebakaran terjadi usai perbaikan yang dilakukan sebelum.
Kapal yang diketahui bernama KM Gracias Tanjung Perak itu mulai terbakar sekitar pukul 14.30 WIB. Api pertama kali terlihat muncul dari bagian lantai dua kapal. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan menjalar ke hampir seluruh bagian atas kapal, memicu kepanikan di sekitar lokasi pelabuhan.
Sejumlah kru kapal bersama warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut berusaha melakukan pemadaman secara manual menggunakan alat seadanya. Upaya ini dilakukan sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran yang telah dihubungi sesaat setelah api mulai membesar.
Tidak berselang lama, tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Probolinggo tiba di lokasi. Petugas langsung bergerak cepat melakukan pemadaman. Namun, proses tersebut tidak berjalan mudah. Letak titik api yang berada di dalam kapal memaksa petugas untuk naik ke atas kapal guna menjangkau sumber api secara langsung.
Pembina paguyuban nelayan setempat, Hermanto, mengungkapkan bahwa sumber kebakaran masih belum dapat dipastikan secara jelas.
“Jadi kebakaran ini diperkirakan berasal dari kamar mesin, namun apakah dari konslet api atau apa, masih belum diketahui,” ujarnya.
Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api. Meski demikian, proses penyiraman tetap dilanjutkan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa, mengingat di dalam kapal terdapat bahan bakar serta material lain yang mudah terbakar.
Hermanto juga menjelaskan bahwa saat kejadian, kapal tersebut sebenarnya tengah bersiap untuk keberangkatan.
“Jadi kapal ini sedang sandar dan menunggu keberangkatan yang mana tujuannya adalah Dobo, Kepulauan Aru, Maluku,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Pemkot Probolinggo, Tri Setyo Anggodo, menyebutkan bahwa kebakaran tidak melalap seluruh bagian kapal.
“Informasi yang kami terima, tidak ada korban, namun kami telah siapkan ambulans. Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui, yang jelas sebelum api muncul, kapal dalam kondisi perbaikan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa tingkat kerusakan kapal diperkirakan sekitar 30 persen. Hal ini tidak lepas dari kesigapan kru kapal dan warga sekitar yang lebih dulu melakukan upaya pemadaman sebelum petugas tiba di lokasi.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, kerugian akibat insiden ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

