Sembrono! Petugas Tak Tutup Palang Perlintasan di Mengkreng saat Kereta Api Melintas, PT KAI ‘Hanya’ Berikan Pembinaan

Sebuah video yang memperlihatkan kereta api melintas sementara palang pintu terbuka lebar dan penjaga perlintasa ternyata diduga tengah tertidur menjadi bahan pembicaraan masyarakat. Peristiwa tersebut belakangan diketahui terjadi di simpang empat Mengkreng. 

22 Jul 2026 - 23:20
Sembrono! Petugas Tak Tutup Palang Perlintasan di Mengkreng saat Kereta Api Melintas, PT KAI ‘Hanya’ Berikan Pembinaan
Tangkapan layar video amatir yang memperlihatkan sejumlah kendaraan melintas sesaat sebelum KA Brantas melaju, Rabu (22/7/2026) dini hari. (Foto: tangkapan layar IG @mampirkediri)

KEDIRI, SJP - Sebuah video yang memperlihatkan kereta api melintas sementara palang pintu terbuka lebar viral di media sosial. Beruntung, tak terjadi insiden yang ditimbulkan dari kecerobohan petugas tersebut, meski sesaat sebelum kereta api lewat, sejumlah kendaraan termasuk dua truk kontainer tampak melintas.

Peristiwa ini dikonfirmasi oleh PT KAI terjadi di di Mengkreng, Kras, Kabupaten Kediri, Rabu (22/7/2026) dini hari. Ironisnya, PT KAI hanya memberikan pembinaan pada petugas pelintasan, meski peristiwa tersebut tergolong fatal dan berisiko bisa menghilangkan nyawa pengguna jalan. 

Dalam video berdurasi 1 menit 26 detik yang banyak beredar di media sosial, seseorang merekam aktivitas di pintu pelintasan kereta api. 

Terlihat sejumlah kendaraan melintasi kereta api, di antaranya dua truk koniner, beberapa motor dan mobil, sementara suara bel kereta api terdengar melengking. Hanya dalam hitungan detik, setelah kendaraan melintas, Kereta Api Brantas melalui rel kereta api, dalam kondisi palang pintu kereta api yang belum tertutup. 

"Iki mariki, kereta Brantas lewat iki. Keturon opo piye iki rek? Hei, keturon opo piye iki. Hei.. hei.. hei.. Keturon. Sing jogo nang endi iki," demikian suara perekam video dengan panik. 

Dia menggambarkan suasana ketika KA Brantas melintas, palang pintu pelintasan KA belum ditutup. Dia menduga, jika petugas pintu pelintasan KA tertidur. Dalam video tampak, masyarakat beserta petugas TNI ikut mengatur arus lalu lintas.      

Terkait peristiwa tersebut,  PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun membenarkan adanya kejadian di JPL 303A KM 213+705 petak jalan Kertosono–Papar pada Rabu (22/7) pukul 01.48 WIB, di mana palang pintu perlintasan tidak tertutup saat KA 152 Brantas relasi Pasarsenen–Blitar melintas.

Setelah menerima informasi dari awak KA, KAI Daop 7 Madiun segera melakukan koordinasi dengan PPKA Kertosono, Unit Jalan dan Jembatan (JJ) 7.3 Kertosono, serta petugas pengamanan.

Petugas yang bersangkutan kemudian dapat melanjutkan tugas dengan pengawasan dan pendampingan langsung dari petugas Unit JJ 7.3 Kertosono guna memastikan pengamanan perlintasan berjalan sesuai prosedur. 

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang timbul akibat kejadian ini. Keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama KAI. Kami tidak mentoleransi setiap bentuk pelanggaran terhadap prosedur operasional yang dapat berpotensi menimbulkan risiko keselamatan," ujar Tohari, Rabu, (22/07/2026). 

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kejadian tersebut disebabkan petugas jaga perlintasan tidak melaksanakan prosedur pengamanan perlintasan sebagaimana mestinya.

Tohari menegaskan bahwa petugas yang bersangkutan telah dilakukan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku. Kejadian ini juga menjadi bahan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat disiplin, meningkatkan pengawasan, serta memastikan seluruh petugas menjalankan tugas sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

"Kami akan terus memperkuat pembinaan dan pengawasan kepada seluruh petugas perlintasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. KAI berkomitmen menjaga keandalan operasional dan memberikan pelayanan yang mengedepankan aspek keselamatan," lanjut Tohari.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat dampak terhadap keselamatan perjalanan kereta api maupun andil keterlambatan perjalanan KA. KAI Daop 7 Madiun akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mewujudkan operasional perkeretaapian yang selamat, aman, dan andal.

KAI Daop 7 Madiun juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati setiap akan melintasi perlintasan sebidang kereta api, baik yang dijaga maupun tidak dijaga, serta yang dilengkapi palang pintu maupun yang tidak dilengkapi palang pintu.

Tohari menegaskan bahwa palang pintu perlintasan bukan merupakan alat pengamanan utama bagi pengguna jalan, melainkan hanya sebagai alat bantu untuk mengamankan perjalanan kereta api. Oleh karena itu, keselamatan tetap menjadi tanggung jawab setiap pengguna jalan.

"Jangan bergantung pada keberadaan palang pintu, karena palang pintu hanyalah alat bantu. Berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, pastikan aman, kemudian baru melanjutkan perjalanan. Baik di perlintasan yang dijaga maupun tidak dijaga, berpalang pintu maupun tidak berpalang pintu," tutup Tohari. (*)

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow