Demo LSM Soal Tambang di Pasuruan, Bertentangan dengan Warga Desa Sumber Rejo
Menurutnya, aksi LSM tersebut dinilai mengganggu warga yang selama ini kondusif dan tidak ada masalah dengan aktifitas perusahaan tambang yang berada di desanya.
PASURUAN, SJP — Aksi demonstrasi LSM dan Barisan Masyarakat Winongan (BMW) pada Senin (3/2/2025) kemarin, sempat memanas saat ada seorang warga Desa Sumber Rejo nekat menghentikan aksi demo di depan pemandian Banyu Biru, persis di tikungan jalan Winongan-Lumbang, Desa Sumber Rejo, Kecamatan Winongan.
Warga desa tersebut bernama Supat Ardiarto seorang tokoh pemuda Desa Sumber Rejo. Dia mengaku mewakili warga setempat menghentikan aksi tersebut.
Menurutnya, aksi LSM tersebut dinilai mengganggu warga yang selama ini kondusif dan tidak ada masalah dengan aktifitas perusahaan tambang yang berada di desanya.
"Perusahaan tambang di sini (Desa Sumber Rejo) jumlahnya banyak. Tambang-tambang itu kontribusinya sangat dirasakan masyarakat. Misalnya, jalan yang rusak dan berlubang, langsung ditambal. Kadang ditambal menggunakan aspal atau semen tergantung kerusakannya," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Selasa (4/2/2025).
Menyinggung terkait kerusakan rumah yang disuarakan oleh para pendemo, Supat mengakui jika kondisi rumah tersebut sudah mengalami kerusakan bukan akibat aktivitas tambang.
"Adapun rumah retak yang disuarakan LSM memang ada dan lokasinya jauh dari jalan besar ini. Namun, rumah itu memang sudah rusak, bukan akibat aktivitas tambang," ujarnya.
Lebih lanjut Supat mengatakan, bahwa aksi demo tersebut tidak baik bagi Desa Sumber Rejo, karena menyandang status desa terbaik dalam lomba desa tingkat Provinsi Jawa Timur.
"Desa kami menjadi desa terbaik dalam lomba desa tingkat provinsi. Takutnya, aksi demo ini merusak nama baik dan status desa kami," ucap Supat.
Aksi nekat Supat tersebut terjadi di tengah para demonstran sedang berorasi di tengah jalan. Dalam upaya menghentikan demo sempat diwarnai aksi rebutan pengeras suara oleh Supat dari tangan operator pengunjuk rasa.
Beruntung ada aparat Kepolisian yang menjaga aksi tersebut, sehingga bentrok fisik berhasil dihindari. Akhirnya, pendemo menghentikan aksinya dan membubarkan diri. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

