Dinas PUPR Jombang Evakuasi Sampah Penyebab Banjir, Terjunkan Excavator Pindad PC 140

Langkah ini diambil guna mengantisipasi penyumbatan aliran air yang kian krusial di tengah cuaca ekstrem.

01 Apr 2026 - 18:38
Dinas PUPR Jombang Evakuasi Sampah Penyebab Banjir, Terjunkan Excavator Pindad PC 140
Langkah pembersihan sampah di aliran sungai oleh Dinas PUPR Jombang sebagai upaya mengantisipasi banjir luapan sungai. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang terus memperkuat benteng pertahanan daerah terhadap ancaman banjir.

Pada Rabu (1/4/2026), otoritas terkait mengerahkan alat berat untuk menormalisasi aliran sungai di Jembatan Avour Watudakon, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben. Langkah ini diambil guna mengantisipasi penyumbatan aliran air yang kian krusial di tengah cuaca ekstrem.

Tindakan tersebut dilakukan menyusul terjadinya penumpukan material sampah domestik dan limbah alam yang tersangkut pada pilar jembatan. Apabila dibiarkan, kondisi ini berpotensi memicu luapan air ke permukiman warga dan lahan pertanian di wilayah Kesamben.

Berbeda dengan pembersihan manual, kali ini Dinas PUPR Jombang menerjunkan unit Excavator Pindad PC 140. Penggunaan alat berat produksi dalam negeri ini dipilih karena spesifikasinya yang mumpuni untuk menjangkau titik-titik sulit di bawah konstruksi jembatan, serta memiliki kapasitas angkut material yang besar.

Proses evakuasi sampah berlangsung intensif sejak pagi hari. Berbagai jenis sampah diangkat dari dasar sungai, mulai dari sumbatan bambu (barongan), ranting pohon, hingga limbah rumah tangga. Upaya ini bertujuan mengembalikan fungsi hidrolis saluran Avour Watudakon.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, menegaskan bahwa pembersihan ini merupakan bagian dari agenda rutin yang statusnya ditingkatkan menjadi prioritas selama musim penghujan. Menurutnya, sumbatan di bawah jembatan sering kali menjadi penyebab utama terjadinya backwater atau aliran air balik yang memicu banjir rob di hulu sungai.

"Pembersihan ini rutin kami lakukan sebagai langkah konkret menangkal bencana alam, khususnya banjir. Fokus kami adalah memastikan tidak ada hambatan pada struktur bangunan air seperti jembatan ini, karena di sinilah titik paling rawan terjadinya penumpukan sampah," ujar Bustomi, Jumat (3/4/2026).

Bustomi menambahkan, saluran Avour Watudakon memiliki peran vital dalam sistem drainase regional di Kecamatan Kesamben. Sedikit saja hambatan di titik ini dapat berdampak luas pada mobilitas dan ekonomi masyarakat desa sekitar.

Meskipun Tim Unit Reaksi Cepat (URC) dari Dinas PUPR dikerahkan secara berkala, Imam Bustomi mengingatkan bahwa solusi permanen dari banjir bukan hanya terletak pada normalisasi sungai, melainkan juga pada perubahan perilaku kolektif.

Catatan Strategis Dinas PUPR Jombang:

• Normalisasi Berkala: Melakukan pengerukan sedimen dan pembersihan sampah secara terjadwal di titik-titik rawan.

• Optimalisasi Alat Berat: Memastikan seluruh armada, termasuk Excavator Pindad PC 140, dalam kondisi prima untuk penanganan darurat.

• Edukasi Publik: Mengajak warga desa di sepanjang aliran sungai untuk berhenti menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan akhir.

"Kami bekerja di hilir dengan membersihkan sampah, namun harapan besar kami adalah masyarakat di hulu juga ikut menjaga dengan tidak membuang sampah ke sungai. Dengan aliran yang lancar, risiko banjir dapat kita minimalisir secara signifikan," pungkas Bustomi.

Dengan tuntasnya pembersihan di Jembatan Avour Watudakon ini, Dinas PUPR Jombang memastikan akan terus memantau titik-titik jembatan lain di seluruh Kabupaten Jombang yang memiliki karakteristik serupa guna menjamin keamanan warga dari ancaman luapan air. (***) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow