Dimas Kanjeng Bebas, Kegiatan Keagamaan di Padepokan Makin Aktif

Pasca dibebaskannya Dimas Kanjeng Taat Pribadi, kegiatan keagamaan di padepokannya yang berada di Kecamatan Wangkal semakin ditingkatkan

23 May 2025 - 08:46
Dimas Kanjeng Bebas, Kegiatan Keagamaan di Padepokan Makin Aktif
Dimas Kanjeng Taat Pribadi dalam sebuah kesempatan. (Foto: Rahmad/SJP)

PROBOLINGGO, SJP—Kegiatan keagamaan di padepokan milik Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, semakin aktif setelah dirinya dinyatakan bebas bersyarat sejak bulan April lalu. 

Pantauan di lapangan, dari luar tampak tidak ada yang berbeda dengan padepokan Dimas Kanjeng. Masyarakat sekitar pun tampak berkegiatan seperti biasa, seperti tidak merasa terganggu dengan kegiatan di padepokan tersebut.

Namun setiap harinya, kegiatan keagamaan secara rutin dilaksanakan. Mulai dari kegiatan belajar mengaji, menghafal Al-Quran, hingga acara istigasah. Kegiatan keagamaan di padepokan semakin ditingkatkan setelah bebasnya Dimas Kanjeng.

Salah seorang pengurus padepokan, Bambang, membenarkan kabar sudah bebasnya Dimas Kanjeng. Bebasnya pengasuh padepokan tersebut, menjadi motivasi dan semangat baru untuk lebih meningkatkan kegiatan padepokan. 

”Kemarin-kemarin kegiatan di padepokan ya seperti salat berjamaah, belajar Al-Quran. Sekarang setelah pengasuh bebas, makin diaktifkan. Istigasah, mengaji bersama dan lainnya digalakkan,” katanya, Jumat (23/05/2025).

Bambang menegaskan, selama ini keluarga Dimas Kanjeng dan santri di padepokan berhubungan baik dengan warga sekitar dan lingkungan. Warga pun merasa nyaman dan senang dengan keberadaan para santri di padepokan. 

Sebab, kata Bambang, semua kegiatan di padepokan tentang ibadah. Bahkan, masyarakat diklaim merasa terbantu oleh Dimas Kanjeng. Mulai dari aspek ekonomi, perbaikan jalan, hingga warga sakit dibantu dibawa ke rumah sakit dan biayanya.

"Kami selama ini berhubungan baik dengan masyarakat sekitar. Jika ada warga sakit, kita bantu antar dan dibantu biaya. Kemudian jalan rusak diperbaiki. Ditambah usaha warga sekitar ikut ramai. Karena santri makan di sekitar padepokan,” terangnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow