Digital Marketing Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan PEKKA dan Penyintas Kekerasan di Bondowoso

Dinsos P3AKB Bondowoso menggelar pelatihan digital marketing bagi perempuan kepala keluarga, organisasi perempuan, dan penyintas kekerasan untuk meningkatkan pemasaran produk secara daring. Peserta dibekali keterampilan fotografi produk, desain promosi, hingga pengelolaan e-commerce dan transaksi digital.

03 Dec 2025 - 22:09
Digital Marketing Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan PEKKA dan Penyintas Kekerasan di Bondowoso
Pelatihan digital marketing yang diikuti puluhan perempuan PEKKA dan penyintas korban kekerasan di Aula SKB Bondowoso (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP — Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) menggelar Pelatihan Digital Marketing bagi organisasi perempuan, perempuan kepala keluarga (PEKKA), serta korban penyintas kekerasan, di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Komplek Stadion Magenda, Rabu (3/12/2025).

Pelatihan yang diikuti 100 peserta tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas usaha mikro perempuan melalui pemanfaatan platform digital, sehingga mereka mampu mengembangkan pasar dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

Kepala Dinsos P3AKB, dr. Muhammad Imron menegaskan, pemberdayaan ekonomi menjadi langkah penting dalam pemulihan bagi perempuan penyintas kekerasan maupun kepala keluarga.

“Di era digital, kemampuan mengakses pasar secara online adalah kebutuhan dasar bagi pelaku usaha. Kami ingin memastikan para perempuan ini tidak hanya pulih secara sosial, tetapi juga kuat dan mandiri secara ekonomi,” tegas Imron.

Ia menjelaskan, lebih dari 70 persen konsumen di Indonesia kini melakukan transaksi secara daring. Karena itu, peserta pelatihan perlu dibekali keterampilan untuk terus bersaing agar produk lokal dapat menembus pasar lebih luas.

Tidak hanya teori, pelatihan dirancang berorientasi praktik dengan porsi 60 persen berupa hands-on workshop. Peserta belajar teknik fotografi produk menggunakan smartphone, desain promosi melalui Canva, pembuatan copywriting, pengelolaan akun media sosial bisnis, serta pembukaan toko di platform e-commerce seperti Shopee atau Tokopedia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Hafidhatullaily menyampaikan, kegiatan ini menyasar perempuan yang sudah memiliki usaha maupun yang sedang memulai, terutama kelompok rentan dari keluarga penyintas kekerasan.

“Kami ingin tumbuhkan kepercayaan diri peserta, bahwa mereka punya peluang besar untuk sukses di pasar digital. Setelah pelatihan ini, mereka akan didampingi hingga bisa meningkatkan omzet usaha,” ujarnya.

Selain peningkatan kemampuan pemasaran, peserta juga memperoleh materi pengelolaan interaksi pelanggan, pencatatan keuangan digital, hingga pemanfaatan QRIS dalam transaksi.

Dinsos P3AKB memasang target terukur dari pelatihan ini. Minimal 80 persen peserta diharapkan mampu mengelola akun bisnis digital secara optimal, serta meningkatkan penjualan dalam tiga bulan setelah pendampingan lanjutan.

“Keberdayaan perempuan adalah fondasi kesejahteraan keluarga. Kami berharap kegiatan ini menjadi titik awal perubahan ekonomi bagi peserta,” tambahnya.

Pantauan di lapangan, kegiatan ditutup dengan evaluasi dan rencana pembentukan support group digital yang akan menjadi wadah berbagi ilmu dan perkembangan usaha peserta secara berkelanjutan. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow