Di Tengah Sorotan MBG di Bondowoso, SPPG Sumberkalong Konsisten Jaga Gizi selama Bulan Ramadan

SPPG Sumberkalong Bondowoso berinovasi sajikan menu kering tahan lama selama Ramadan dengan standar gizi seimbang dan pengawasan ketat, guna menjawab sorotan publik terkait kualitas MBG.

26 Feb 2026 - 10:00
Di Tengah Sorotan MBG di Bondowoso, SPPG Sumberkalong Konsisten Jaga Gizi selama Bulan Ramadan
Penyaluran MBG kepada balita oleh SPPG Sumberkalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso selama Ramadan (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Ramadan tahun ini menjadi momentum evaluasi sekaligus pembenahan bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bondowoso. Di tengah gelombang protes terkait menu kering yang sebelumnya dikeluhkan para wali murid, ada juga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memilih menjawabnya dengan inovasi dan penguatan kualitas layanan.

Seperti diberitakan sebelumnya, menu kering MBG selama Ramadan sempat menuai kritik. Keluhan para orang tua bahkan ramai diperbincangkan di media sosial, termasuk melalui unggahan akun Instagram @lambeturah_official yang memiliki jutaan pengikut. Paket makanan dinilai kurang dari sisi kualitas, kelengkapan gizi, hingga pengemasan.

Sebagian orang tua mengaku kecewa karena buah yang diterima anak-anak mereka dalam kondisi kurang segar. Susu, yang diharapkan menjadi bagian penting asupan nutrisi, juga disebut tidak selalu tersedia dalam setiap paket.

Menanggapi situasi tersebut, SPPG Sumberkalong Kecamatan Wonosari menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga mutu pelayanan. Mereka melakukan penyesuaian bentuk menu tanpa mengurangi standar kandungan gizi.

Ahli Gizi Dapur SPPG Sumberkalong, Feby Andriyanti, menjelaskan, perubahan dilakukan pada jenis dan bentuk makanan yang didistribusikan selama bulan puasa.

“Selama bulan Ramadan, penyesuaian utama dilakukan pada jenis dan bentuk makanan yang didistribusikan,” ujar Feby, Kamis (26/2/2026).

“Menu yang semula berupa makanan siap santap diganti menjadi menu kering yang memiliki daya tahan lebih lama, umumnya hingga kurang lebih 12 jam. Hal ini bertujuan agar makanan tetap layak konsumsi saat waktu berbuka puasa,” tambahnya.

Menurutnya, inovasi ini bukan sekadar mengganti bentuk makanan, melainkan juga mempertimbangkan daya tahan, kemudahan konsumsi, serta kecukupan energi setelah seharian berpuasa. Diversifikasi pangan lokal seperti umbi-umbian dan kacang-kacangan juga mulai diterapkan sebagai bagian dari pengayaan menu.

“Komposisi menu juga disesuaikan agar praktis, mudah dikonsumsi, dan tetap memenuhi kebutuhan energi setelah seharian berpuasa,” imbuhnya.

Feby menegaskan bahwa meskipun bentuknya berubah menjadi menu kering, prinsip gizi seimbang tetap menjadi landasan utama penyusunan menu.

“Kandungan menu tetap memperhatikan unsur utama seperti karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk pemulihan dan daya tahan tubuh, serta dilengkapi vitamin dan mineral,” jelasnya.

“Pada bulan puasa, porsi dan komposisi dirancang agar mampu menggantikan energi yang hilang selama berpuasa,” tambahnya.

Untuk memastikan kualitas tetap terjaga, dapur SPPG Sumberkalong menerapkan pengawasan ketat sejak tahap awal. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan yang higienis, hingga sistem pengemasan dan distribusi.

“Kualitas makanan dijaga melalui beberapa tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku yang baik, proses pengolahan yang higienis, hingga pengemasan yang aman agar makanan tidak mudah rusak,” tandasnya.

Distribusi pun diatur agar jarak waktu antara produksi dan konsumsi tetap dalam batas aman.

“Proses distribusi juga diatur agar waktu antara produksi dan konsumsi tetap dalam batas aman, sehingga makanan yang diterima tetap sehat, bergizi, dan layak dikonsumsi saat berbuka,” pungkasnya.

Melalui inovasi tersebut, Dapur SPPG Sumberkalong berharap program pemenuhan gizi tetap berjalan optimal selama Ramadan.

Di tengah sorotan publik, mereka berupaya memastikan bahwa setiap paket yang diterima benar-benar mendukung penerima manfaat menjalankan ibadah puasa dengan tubuh yang sehat dan tetap bertenaga. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow