Desa Gunungsari Bondowoso Kembali Diterjang Banjir, Kejadian Kedua di Lokasi yang Sama

Hujan deras memicu banjir bandang di Dusun Peh, Desa Gunungsari, Maesan. Ini merupakan kejadian kedua setelah peristiwa serupa pada Januari 2025 yang pernah terjadi di wilayah tersebut.

15 Dec 2025 - 18:59
Desa Gunungsari Bondowoso Kembali Diterjang Banjir, Kejadian Kedua di Lokasi yang Sama
Petugas BPBD dan warga saat menyelamatkan sepeda motor dari terjangan banjir bandang (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP - Banjir bandang kembali melanda Dusun Peh, Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Senin (15/12/2025). Peristiwa ini menjadi kejadian kedua kalinya setelah banjir serupa terjadi di lokasi yang sama pada 9 Januari 2025 lalu.

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sekira pukul 11.00 WIB menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Sekira pukul 14.00 WIB, air meluap ke permukiman warga, membawa lumpur serta material batu ke dalam rumah-rumah di sekitar aliran sungai.

Salah seorang warga terdampak, Sari, mengatakan, air dan lumpur masuk ke rumahnya hingga setinggi lutut orang dewasa. Ia mengaku hanya sempat menyelamatkan dokumen penting sebelum air semakin tinggi.

“KTP dan KK saya selamatkan lebih dulu. Saya taruh di rumah anak saya yang tidak terdampak,” ujarnya.

Namun, sejumlah barang berharga lainnya masih tertinggal di dalam rumah dan terendam lumpur akibat derasnya arus air yang juga membawa material batu, kayu dan ranting.

Hal serupa dialami Watik, warga setempa. Saat banjir datang, dirinya sedang melaksanakan salat Ashar, namun terpaksa menghentikannya setelah mendengar suara deras air masuk ke rumah.

“Tidak sampai selesai salat, karena air sudah masuk. Saya langsung lari menyelamatkan diri dan barang-barang penting,” ungkapnya lirih.

Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi kendaraan bermotor yang berada di dalam rumah. Akses jalan warga sempat terputus akibat aliran air bercampur batu dan material lainnya. 

Petugas gabungan, BPBD Bondowoso bersama warga terpaksa menggotong sejumlah sepeda motor untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

Kepala Bidang Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi (LRR) BPBD Kabupaten Bondowoso, Tugas Riski Bahana, mengatakan, banjir terjadi karena aliran air tertahan oleh material berupa batu, kayu, dan endapan lainnya, sehingga air meluap ke permukiman warga.

“Air sempat tertahan material dan mengarah ke permukiman. Ada sekitar lima rumah yang terdampak, namun kondisinya masih tergolong ringan,” ujar Tugas Riski Bahana saat dikonfirmasi, Senin (15/12/2025).

Ia menjelaskan, setelah kejadian, tim gabungan dari BPBD, pemerintah desa, relawan, serta warga setempat langsung melakukan penanganan darurat dengan membersihkan material yang menyumbat aliran air. 

Sejumlah warga juga sempat dievakuasi ke rumah tetangga dan musala terdekat sebagai langkah antisipasi.

“Selain evakuasi warga, kami juga mengamankan barang-barang milik warga, seperti kendaraan bermotor, agar tidak terdampak lebih parah,” jelasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, petugas gabungan dari BPBD, TNI, serta warga setempat masih melakukan penanganan darurat. Mereka bergotong royong menyingkirkan batu dan material yang menyumbat aliran sungai menggunakan peralatan seadanya guna mencegah banjir susulan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow