Datang ke Desa Kaligedang Ijen Bondowoso, Danbrigif 9 Kostrad: Warga Jangan Mudah Diadu Domba

Kedatangan Komandan Brigade Infanteri 9/2 Kostrad TNI, murni untuk meninjau kegiatan pengobatan gratis dan bakti sosial yang digelar oleh Batalyon Infanteri 514 Raider di Desa Kaligedang.

21 May 2025 - 21:46
Datang ke Desa Kaligedang Ijen Bondowoso, Danbrigif 9 Kostrad: Warga Jangan Mudah Diadu Domba
Komandan Brigade Infanteri 9/2 Kostrad TNI, Kolonel Inf Dr La Ode Muhammad Nurdin saat dikonfirmasi sejumlah awak media (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Pengobatan gratis yang digelar oleh Batalyon Infanteri (Yonif) 514 Raider Sabbadha Yudha, di Desa Kaligedang Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso, menjadi bukti bahwa TNI lahir dari rakyat dan untuk rakyat. 

Hal itu dikatakan oleh Komandan Brigade Infanteri 9/2 Kostrad TNI, Kolonel Inf Dr La Ode Muhammad Nurdin, saat meninjau pengobatan gratis dan bakti sosial di Ponkesdes Desa Kaligedang, pada Rabu (21/5/2025).

“Kami ingin selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membangun sinergitas antara TNI dan masyarakat, melalui kegiatan rutin bakti sosial dan pengobatan gratis bagi warga,” katanya.

Kepada warga Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso, Danbrigif menjelaskan, setelah ada insiden cekcok beberapa waktu lalu, optimalisasi lahan milik PTPN Kebun Blawan yang akan dikerjasamakan dengan Koperasi Yonif 514, dihentikan.

“Kami putuskan, kegiatan optimalisasi lahan untuk ketahanan pangan di sini (Desa Kaligedang, red) kita hentikan. Jadi tidak ada lagi kegiatan pengamatan dan penggambaran lahan yang dilakukan TNI," ujar pria yang baru saja mendapat gelar Doktor Cumlaude di Universitas Jember ini.

Menyikapi kejadian cekcok beberapa waktu lalu, mantan Dandim 0824 Jember ini tegas menyampaikan kepada masyarakat agar tetap solid bersama TNI dan jangan mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Jangan mau diadu domba, jangan mau diprovokasi dan jangan mau dibenturkan oleh kelompok apapun juga. TNI dan masyarakat solid. Karena kami lahir dari masyarakat, kami siap melayani masyarakat dan apabila ada permasalahan di masyarakat, pasti ada jalan solusinya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sempat terjadi perkelahian antaran warga dan anggota TNI, karena cekcok permasalahan salah paham pembangunan pos kamling di Desa Kaligedang. 

Dalam peristiwa itu, sempat diwarnai pembakaran dua rumah asisten tanaman (Astan) di Afdeling Kalisengon. Bahkan, sebuah mobil juga terbakar dan sempat ada upaya penghadangan jalan dengan menumbangkan pohon ke badan jalan menuju Balai Desa Kaligedang, pada Kamis (15/5/2025) malam. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow