Dari Pecel Lele ke Rumah Mewah: Kisah Sukses Warga Lamongan

Warga Dusun Slegrek, Lamongan, sukses membangun rumah mewah dari hasil usaha pecel lele kaki lima di perantauan berkat kerja keras dan ketekunan.

27 Jul 2025 - 22:33
Dari Pecel Lele ke Rumah Mewah: Kisah Sukses Warga Lamongan
Salah satu rumah di Desa Pataan di Kecamatan Sambeng, Lamongan, Jawa Timur, yang dijuluki sebagai desa miliarder karena warganya sukses berjualan pecel lele. (Beritasatu.com/SJP)

SUARAJATIMPOST.COM—Di tengah lebatnya hutan jati dan hamparan perbukitan hijau Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, tampak deretan rumah besar yang menarik perhatian banyak orang. Berbeda dengan desa-desa lainnya di wilayah sekitarnya, kawasan ini justru terlihat menonjol karena banyaknya bangunan mewah bergaya klasik modern, menyerupai rumah para selebritas di ibu kota.

Dusun Slegrek, yang merupakan bagian dari Desa Pataan, kini dikenal sebagai desa para miliarder. Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Dusun ini dihuni oleh warga yang sebagian besar merupakan pengusaha sukses. Menariknya, sumber keberhasilan mereka bukan berasal dari bisnis besar di kota, melainkan dari usaha kaki lima berupa warung pecel lele khas Lamongan.

Makanan sederhana yang telah menjadi ikon kuliner malam di berbagai kota di Indonesia ini ternyata mampu mengubah kehidupan warga desa menjadi pemilik rumah-rumah mewah di tengah desa.

"Pedagang kaki lima di perantauan, jualan pecel lele, cuma orangnya benar-benar kerja keras yang kerja tidak buat foya-foya," ujar Kepala Desa Pataan, Subakri Cahyo Utomo, pada Sabtu (26/7/2025).

Cahyo menjelaskan bahwa sebagian besar warga yang merantau memilih mencari penghasilan di luar Pulau Jawa, seperti di Palembang, Pekanbaru, Dumai, dan beberapa kota di Kalimantan. Di tempat-tempat tersebut, mereka membuka usaha kuliner pecel lele. Bukan sebagai karyawan atau buruh, melainkan sebagai pemilik usaha.

Salah satu warga yang berhasil adalah Kusno, penduduk Dusun Slegrek, yang kini tinggal di rumah besar hasil kerja kerasnya. Ia mulai berjualan pecel lele sejak tahun 2007 sebagai pedagang kaki lima.

"Sejak tahun 2007, saya itu benar-benar mulai dari nol, jualan pecel lele kaki lima, alhamdulillah merintis di sana dan sudah bisa beli tanah juga, lalu bangun rumah sekaligus buat rumah makan," tuturnya.

Kusno menyampaikan bahwa keberhasilannya didapat karena ketekunan dan usaha yang terus-menerus. Ia juga memberikan pesan bagi para perantau agar tetap semangat dan menjadikan ibadah sebagai prioritas.

"Apabila itu sudah dilakukan semuanya, jangan lupa beribadah dan sedekah, itu penting untuk menuju kesuksesan," tambahnya. (**)

Sumber: Beritasatu.com
Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow