Kasus PMK di Blitar Bertambah, Nglegok Jadi Wilayah Terbanyak Terjangkit

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Blitar bertambah. Pada awal tahun 2026 ini, tercatat ada 72 kasus PMK di wilayah Kabupaten Blitar.

19 Jan 2026 - 17:04
Kasus PMK di Blitar Bertambah, Nglegok Jadi Wilayah Terbanyak Terjangkit
Petugas saat memeriksa ternak sapi yang terjangkit PMK. (Foto:dok/Istimewa)

BLITAR, SJP - Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di Kabupaten Blitar, Jawa Timur kembali mengalami peningkatan pada awal tahun 2026.

Hingga Senin (19/1/2026), Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar mencatat ada 72 kasus di wilayahnya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Lusia Adityaningtyas menyebutkan bahwa kasus PMK tersebar di 15 Kecamatan. Tiga Kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi yakni Kecamatan Nglegok, Talun dan Kesamben.

"Di Kecamatan Nglegok terdapat 15 kasus, Talun 13 kasus dan Kesamben ada 12 kasus," ujar dia, Senin (19/1/2026).

Meski sempat mengalami lonjakan di awal tahun, Lusia memastikan kondisi di lapangan kini mulai menunjukkan tren penurunan.

Selain itu, hingga saat ini belum ditemukan laporan ternak yang mati akibat PMK.

"Informasi di lapangan, saat ini kasus mulai mereda," terangnya.

Lebih lanjut Lusia menambahkan pihaknya terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap ternak yang terjangkit PMK.

Petugas juga telah melakukan investigasi di wilayah dengan kasus terbanyak, termasuk pengambilan sampel di Kecamatan Nglegok untuk dilakukan uji laboratorium. (*)

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow