Siswi SRT 7 Kota Probolinggo Pidato Bahasa Jepang di Hadapan Presiden

Prestasi membanggakan datang dari Riski Aulia, siswi kelas 10 Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Kota Probolinggo. Riski berhasil memukau Presiden Prabowo Subianto lewat pidato berbahasa Jepang dalam acara peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Senin (12/6).

14 Jan 2026 - 20:30
Siswi SRT 7 Kota Probolinggo Pidato Bahasa Jepang di Hadapan Presiden
Siswi SRT 7 Kota Probolinggo saat Pidato Bahsa Jepang dengan Presiden. (Foto: SRT 7 for SJP).

KOTA PROBOLINGGO, SJP - Dunia pendidikan Kota Probolinggo tengah diselimuti rasa bangga berkat pencapaian luar biasa dari salah seorang siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7, Riski Aulia. Siswi kelas 10 tersebut berhasil mencuri perhatian nasional setelah tampil membawakan pidato dalam bahasa Jepang di hadapan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Momen bersejarah ini berlangsung dalam acara peresmian 166 Sekolah Rakyat yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/6/2025) lalu.

Riski tidak tampil sendirian, ia merupakan bagian dari empat siswa terpilih yang menunjukkan kebolehan mereka berpidato dalam empat bahasa internasional yang berbeda, yaitu Inggris, Mandarin, Arab, dan Jepang.

Perjalanan Riski hingga bisa berdiri di podium bergengsi tersebut merupakan kisah yang inspiratif. Saat ditemui di sekolahnya, Riski bercerita bahwa ketertarikannya terhadap bahasa Jepang berawal dari hobi sederhana, yakni menonton anime atau kartun khas Jepang.

Dari kegemaran itulah, ia mulai belajar secara otodidak hingga mencapai tingkat kefasihan tertentu. Setelah dinyatakan terpilih untuk tampil di depan Presiden, ia mempercepat proses belajarnya melalui aplikasi digital dan mengikuti les privat intensif selama sepuluh hari demi memantapkan pelafalannya.

"Setelah terpilih untuk tampil, selain belajar dari aplikasi, saya juga les privat selama 10 hari untuk memantapkannya," katanya, Rabu (14/1/2026).

Meskipun sempat dirundung rasa gugup sebelum naik ke panggung, Riski mampu menyelesaikan pidatonya dengan sangat lancar. Pengalaman tersebut semakin berkesan ketika Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengannya.

Dalam percakapan singkat namun hangat tersebut, Presiden bertanya mengenai asal-usul kemampuan bahasanya, cita-cita masa depannya, hingga latar belakang pekerjaan orang tuanya.

Kabar baiknya, Presiden juga menjanjikan kesempatan bagi Riski untuk pergi ke luar negeri. Sesuai dengan minatnya, Riski sangat berharap bisa menginjakkan kaki di Negeri Sakura, Jepang, guna menunjang cita-citanya menjadi seorang seniman lukis di masa depan.

"Ya intinya saya bangga dan senang bisa berpidato di depan, dan tidak menyangka bahwa dalam acara tersebut, pak Presiden datang," imbuhnya

Kepala SRT 7 Kota Probolinggo, Susilowati, menjelaskan, terpilihnya Riski merupakan proses seleksi yang panjang. Bakat melukis dan kemampuan bahasa Jepang Riski awalnya menarik perhatian saat kunjungan Dirjen Kemensos serta Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Setelah melalui serangkaian pelatihan, Riski akhirnya dikirim ke Kalimantan Selatan untuk mewakili sekolahnya.

Keberhasilan ini dianggap sebagai pencapaian besar, mengingat SRT 7 Kota Probolinggo baru beroperasi selama enam bulan. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Presiden RI dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam acara tersebut menambah nilai historis bagi perkembangan sekolah tersebut.

"Selain Pak Presiden bangga, kami sebagai pengajar disini juga bangga, karena anak - anak kami memiliki bakat, terlebih SRT 7 Kota Probolinggo ini baru berjalan 6 bulan," kata Susilowati. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow