Dari 66 Jadi 30 Event, Kota Batu Pilih Fokus pada Agenda Wisata yang Berdampak Ekonomi
Pengurangan jumlah event hingga lebih dari separuh menjadi penanda perubahan strategi pariwisata Kota Batu pada 2026. Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah memilih fokus pada agenda yang terbukti mampu mendatangkan wisatawan dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu melakukan perubahan besar dalam penyelenggaraan kalender pariwisata tahun 2026. Jika sebelumnya puluhan agenda digelar setiap tahun, kini hanya 30 event yang masuk dalam Kalender Event Kota Batu 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi anggaran sekaligus upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan event yang dinilai memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto pada Senin (8/6/2026) mengatakan penyusutan jumlah event tidak terlepas dari kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah pusat, termasuk pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang berdampak pada kemampuan fiskal daerah.
"Evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap seluruh agenda yang selama ini masuk dalam kalender wisata Kota Batu. Hasilnya, hanya event yang memiliki daya tarik kuat dan terbukti mampu mendatangkan wisatawan yang dipertahankan," paparnya.
Data Disparta menunjukkan tren pengurangan event sebenarnya sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, Kota Batu memiliki 71 event. Jumlah tersebut turun menjadi 66 event pada 2025, dan kembali dipangkas menjadi 30 event untuk tahun 2026.
Onny menjelaskan, sejumlah event yang berhasil bertahan merupakan kegiatan yang memiliki kontribusi langsung terhadap peningkatan kunjungan wisatawan maupun perputaran ekonomi lokal. Salah satunya adalah event yang diselenggarakan pihak swasta seperti Panderman Gravity Park Downhill yang mampu menarik peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara.
“Event private ini menunjukkan kolaborasi antara pemerintah dan swasta berjalan baik. Termasuk kontribusi Jatim Park Group dengan berbagai event unggulannya,” imbuhnya.
Dalam proses finalisasi, jumlah event yang semula direncanakan hanya 24 agenda akhirnya bertambah menjadi 30 kegiatan. Penambahan tersebut dilakukan setelah sejumlah event dinilai memiliki nilai strategis tinggi bagi promosi daerah dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu agenda yang akhirnya masuk dalam kalender resmi adalah Festival Nasi Empok yang digagas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu.
“Event seperti Festival Nasi Empok akhirnya dimasukkan. Jadi total tetap 30 event di kalender 2026,” tegas Onny.
Wali Kota Batu, Nurochman, membenarkan bahwa efisiensi anggaran dan penurunan TKD menjadi faktor utama berkurangnya jumlah agenda wisata tahun depan. Namun ia memastikan kualitas dan dampak ekonomi setiap event akan menjadi prioritas utama.
“Memang menurun cukup banyak. Tapi kami berkomitmen memastikan 30 event yang tersisa ini tetap memberi dampak ekonomi signifikan, terutama bagi masyarakat, UMKM, dan sektor akomodasi,” ujar Nurochman.
Meski jumlah event berkurang drastis, sejumlah agenda unggulan tetap dipertahankan. Beberapa di antaranya adalah Batu Art Flower Carnival (BAFC), Batu International Sport Tourism Festival (BISTF), serta berbagai kegiatan sport tourism dan seni budaya yang selama ini menjadi ikon pariwisata Kota Batu.
Menurut Nurochman, event-event tersebut telah memiliki nilai merek yang kuat dan menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun internasional sehingga perlu terus dijaga keberlangsungannya.
“Ini adalah event yang sudah punya brand value kuat dan menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara. Jadi tentu harus tetap dijaga,” katanya.
Ke depan, Pemkot Batu juga akan memperkuat pola kolaborasi dengan sektor swasta, komunitas kreatif, pelaku usaha, serta pemerintah provinsi dan pusat agar pengembangan pariwisata tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
“Pengembangan pariwisata tidak bisa hanya bersandar pada APBD. Seluruh stakeholder, mulai pegiat seni budaya, pelaku usaha, hingga komunitas kreatif, adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam membangun Kota Batu yang hidup, nyaman, dan penuh daya tarik,” ungkapnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

