Dana Transfer Kabupaten Malang Dipangkas, Sanusi Yakin PAD Tembus Rp1 Triliun
Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Malang terpilih, Sanusi dan Lathifah punya tantangan besar di depan mata.
MALANG, SJP — Setelah ditetapkan sebagai bupati Malang terpilih, Sanusi tak menunggu lama untuk menyampaikan pesan tegas kepada masyarakat.
Dia memastikan kesiapannya memimpin Kabupaten Malang bersama wakilnya, Lathifah Shohib. Meski begitu dia sadar ada tantangan besar yang menanti.
Salah satu tantangan yang akan dihadapinya yaitu termasuk pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat akibat Instruksi Presiden (Inpres) tantang penghematan anggaran.
“Kita menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Memang ada pengurangan sekitar Rp 100 miliar. Tapi saya pastikan program-program prioritas tidak terganggu,” ucapnya usai menghadiri rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang, Kamis (6/2/2025).
Sanusi mengaku tetap optimistis meski akan terjadi pengurangan dana transfer. Sebab dia yakin, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang bisa tembus hingga Rp 1 triliun.
Menurutnya, Kabupaten Malang memiliki potensi besar untuk terus bertumbuh. Ditambah dengan banyaknya generasi milenial dan generasi Z yang bisa mengangkat potensi lokal.
Konsep seperti one village one product, dan one village, one destination sudah mulai berjalan. Konsep itu menjadi strategi untuk meningkatkan pendapatan daerah.
"Pembangunan Kabupaten Malang akan kami mulai dari desa. Dengan 378 desa dan 12 kelurahan yang ada, semua pihak bisa bergotong royong membangun wilayah masing-masing," tuturnya.
“Gotong royong adalah kunci. Saya ingin kita semua bersatu untuk membawa perubahan nyata di Kabupaten Malang,” imbuhnya.
Meski tantangan pengurangan anggaran membayangi, Sanusi memastikan fokus pemerintahannya tidak akan berubah.
Empat hal menjadi prioritas utamanya. Yakni pendidikan, kesehatan, peningkatan ekonomi masyarakat, serta pengembangan pariwisata dan investasi.
Meski demikian, dirinya juga menyadari, bahwa realisasi program tersebut tidak akan berjalan mudah tanpa dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Malang.
“Ini bukan hanya kerja pemerintah. Saya berharap seluruh masyarakat Kabupaten Malang ikut terlibat. Karena kita semua yang akan merasakan manfaatnya,” ujar Sanusi.
Sanusi berharap pelantikannya sebagai bupati dan wakil bupati Malang periode 2025-2030 dapat segera terlaksana. Sebab dirinya sudah tidak sabar ingin langsung bekerja dan mengabdi.
Dengan visi dan misi yang sudah jelas, dia berjanji akan mengutamakan kebutuhan masyarakat dan memastikan Kabupaten Malang bergerak ke arah yang lebih makmur.
“Kita tunggu perintah pusat. Mudah-mudahan segera dilantik, supaya kami bisa langsung bekerja dan merealisasikan apa yang sudah direncanakan,” tutupnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

