Dampak PMK: Harga Daging Sapi di Kediri Turun Drastis
Penurunan harga daging sapi berkisar 21% ini menjadi pukulan berat bagi peternak lokal, karena kasus PMK belum juga teratasi.
KEDIRI, SJP - Harga jual daging sapi mengalami penurunan hingga 21% menjadi Rp40.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp51.000. Penurunan ini diduga kuat akibat merebaknya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Menurut Muhammad Zainun, peternak sapi di Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, penurunan harga ini sangat memengaruhi pendapatan peternak. "Pasar sekarang hanya menerima Rp40.000 per kilogram. Harga ini turun drastis dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp51.000 per kilogram. Penurunan ini sangat memengaruhi pendapatan kami," kata Zainun.
Penurunan harga ini menjadi pukulan berat bagi peternak lokal. Selain harus menghadapi risiko penularan PMK pada ternak mereka, peternak juga harus berjuang dengan turunnya pendapatan akibat harga pasar yang rendah.
Zainun berharap pemerintah dapat memberikan solusi konkret, baik melalui vaksinasi PMK yang lebih merata maupun dengan memberikan insentif bagi peternak yang terdampak. "Kami berharap ada bantuan dari pemerintah untuk menstabilkan harga dan memberikan perlindungan terhadap sapi-sapi kami dari ancaman PMK," pungkas Zainun.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Kediri, Retno Harini, membenarkan penurunan harga ini. Namun, menurutnya, penurunan ini tidak sepenuhnya disebabkan oleh PMK.
"Penurunan harga ini lebih disebabkan oleh penurunan daya beli masyarakat. Meski demikian, dampak PMK terhadap penurunan harga juga tidak bisa diabaikan," jelas Retno. (**)
sumber : beritasatu.com
Editor : Danu S
What's Your Reaction?

