Dampak Banjir di Cermee Bondowoso, Dinas BSBK Pastikan Kerusakan Jalan Aspal Masih Tanggung Jawab Penyedia
Banjir akibat luapan drainase melanda empat desa di Kecamatan Cermee. BPBD menangani dampak darurat, sedangkan BSBK menyatakan perbaikan kerusakan jalan menjadi tanggung jawab pihak ketiga selama masa pemeliharaan.
BONDOWOSO, SJP – Banjir akibat luapan drainase dan selokan melanda sejumlah desa di Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Minggu (11/1/2026) malam. Peristiwa tersebut dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang menyebabkan saluran irigasi anak Sungai Sampean Baru meluap karena mengalami pendangkalan.
Wilayah terdampak meliputi Desa Cermee, Desa Suling Kulon, Desa Ramban Wetan, dan Desa Grujugan, dengan ketinggian air di beberapa titik mencapai sekitar 25 sentimeter. Selain itu, tanggul air di jembatan RT 13 Desa Ramban Kulon dilaporkan jebol, serta satu unit pagar fasilitas umum di Madrasah Ibtidaiyah mengalami kerusakan.
Akibat dari derasnya banjir yang melintasi jalan kabupaten di wilayah sekitar Pasar Cermee membuat aspal mengelupas. Hal itu langsung ditinjau oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid bersama Wakil Bupati As'ad Yahya Syafi'i, Ketua DPRD Ahmad Dhafir dan Plt Kepala Dinas Binarga, serta Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Mengelupasnya aspal di area terdampak banjir, kata Ansori, Plt Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, murni diakibatkan karena banjir yang melanda wilayah tersebut.
Menanggapi isu yang beredar terkait dugaan kesalahan teknis pekerjaan aspal di lokasi terdampak, Ansori, menegaskan bahwa pekerjaan jalan tersebut telah dinyatakan selesai sesuai ketentuan sebelum terjadinya banjir.
“Kegiatan itu secara administrasi dan teknis telah seratus persen sebelum banjir melanda. Karena, jika ditemukan kesalahan teknis, baik kualitas maupun kuantitas, kami tidak akan membayar penyedia,” tegas Ansori, Senin (12/1/2026) di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan, genangan dan kerusakan aspal dipicu oleh derasnya aliran air dari arah selatan ke utara yang meluber di bawah badan jalan. Saat ini, perbaikan menjadi tanggung jawab pihak ketiga karena masih dalam masa pemeliharaan.
“Kami sudah meminta penyedia untuk melakukan perbaikan. Selama masa pemeliharaan, tanggung jawab tetap berada pada CV pelaksana,” ujarnya.
Ansori juga mengungkapkan, hasil pengamatan sementara menunjukkan adanya kekurangan sistem drainase di sisi kanan dan kiri jalan. Pemerintah daerah berencana melakukan normalisasi sebagai langkah awal.
“Kami sudah menyampaikan kepada Bupati Bondowoso, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD. Untuk normalisasi atau pembangunan drainase kanan-kiri jalan, estimasi awal anggarannya sekitar Rp2 miliar,” jelasnya.
Terkait estimasi kerugian pada lapisan aspal, Ansori menyebut saat ini masih dalam proses perhitungan oleh tim teknis bersama konsultan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

