Curah Hujan Tinggi, DBD dan Chikungunya Ancam Warga Batu

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, dr. Susana Indahwati pada Jumat (28/2/2025) menyebut tingginya curah hujan menciptakan kondisi ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Genangan air yang muncul akibat hujan berpotensi menjadi tempat bertelur bagi nyamuk penyebar virus dengue dan Chikungunya.

28 Feb 2025 - 19:44
Curah Hujan Tinggi, DBD dan Chikungunya Ancam Warga Batu
Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti (ist/Instagram/nyamuk/SJP)

KOTA BATU, SJP - Kota Batu mengalami curah hujan tinggi sejak awal tahun, menyebabkan kondisi cuaca tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir.

Situasi ini berdampak pada meningkatnya risiko penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, seperti demam berdarah dengue (DBD) dan Chikungunya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mencatat sejak Januari hingga 27 Februari 2025, telah ditemukan 23 kasus DBD di beberapa wilayah, serta 8 kasus Chikungunya di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, dr. Susana Indahwati pada Jumat (28/2/2025) menyebut, tingginya curah hujan menciptakan kondisi ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.

Genangan air yang muncul akibat hujan berpotensi menjadi tempat bertelur bagi nyamuk penyebar virus dengue dan Chikungunya.

“Maka dari itu, kewaspadaan terhadap kasus DBD dan Chikungunya harus ditingkatkan. Lingkungan yang bersih dan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) menjadi kunci utama pencegahan. Angka ini berhenti pada 23 Februari kemarin dan belum ada peningkatan kasus lagi sampai saat ini," ujarnya.

Dinkes bersama Puskesmas terus berupaya mengendalikan penyebaran penyakit ini dengan berbagai langkah, seperti edukasi masyarakat, penyediaan Abate di fasilitas kesehatan terdekat, serta ajakan aktif untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Susana juga mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam lebih dari tiga hari, atau merasakan nyeri serta bengkak pada persendian, yang menjadi gejala khas Chikungunya.

“Jika dalam satu wilayah ditemukan beberapa warga dengan gejala serupa dalam waktu berdekatan, segera laporkan ke Puskesmas terdekat. Selain itu, lakukan PSN untuk mencegah penyebaran lebih luas,” imbuhnya. 

Dengan curah hujan yang masih tinggi, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap risiko penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Langkah pencegahan seperti menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air harus rutin dilakukan agar tidak menjadi sarang nyamuk. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow