FK P4S Jatim Gelar Pertemuan Triwulan di Nganjuk, Perkuat Peran Petani Dukung Program MBG

FK P4S Jawa Timur menggelar pertemuan triwulan di Nganjuk untuk memperkuat peran petani dalam mendukung ketahanan pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

02 Apr 2026 - 20:39
FK P4S Jatim Gelar Pertemuan Triwulan di Nganjuk, Perkuat Peran Petani Dukung Program MBG
Tarwa Mustopa ​Ketua Pengurus FK P4S Jawa Timur (foto: kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP – Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK P4S) Jawa Timur menggelar Pertemuan Triwulan ke-27 di Kabupaten Nganjuk, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini dikemas dengan nuansa sinergi dan Halal Bihalal, serta berfokus pada penguatan kedaulatan pangan nasional.

Pertemuan mengusung tema “Mewujudkan Pilar Ketahanan Pangan dalam Ekosistem Makan Bergizi Gratis (MBG)”. Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap kebijakan pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat.

Sejumlah pihak hadir dalam kegiatan ini, di antaranya perwakilan BBPP Ketindan Malang, Ketua KTNA Jawa Timur, Perhiptani, anggota DPRD Jawa Timur, pengurus FK P4S se-Jatim, serta perwakilan dinas pertanian kabupaten/kota.

Ketua FK P4S Jawa Timur, Tarwa Mustopa, menegaskan pentingnya peran P4S sebagai garda terdepan dalam pelatihan dan pemberdayaan petani. Ia menyebut, forum ini menjadi ruang bertukar inovasi dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“P4S harus menjadi pilar utama dalam memastikan ketersediaan bahan pangan berkualitas. Dalam ekosistem Makan Bergizi Gratis, peran petani swadaya sangat vital sebagai penyedia bahan pangan sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Tarwa menambahkan, pertemuan di Nganjuk juga menjadi ajang konsolidasi antaranggota FK P4S se-Jawa Timur. Peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah, mulai dari Banyuwangi hingga Ngawi, termasuk wilayah Madura.

Menurutnya, FK P4S saat ini memiliki anggota dari 273 kabupaten/kota di Jawa Timur. Para anggota tersebut merupakan pelaku pertanian terpilih yang berperan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan berbasis satu konsep terpadu.

“Konsep yang kami jalankan bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi menghasilkan SDM unggul sebagai turunan dari program yang dijalankan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin, enggan memberikan keterangan usai kegiatan. Ia menyebut acara tersebut merupakan agenda dari tingkat provinsi.

“Mohon maaf, ini acaranya dari provinsi, silakan tanyakan ke yang hadir saja,” ujarnya singkat. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow