Cuaca Panas Terik Terjadi di Jombang, BPBD: Normal Jelang Puncak Musim Kemarau

Fenomena ini terjadi akibat minimnya tutupan awan dan dominasi tekanan udara tinggi di atmosfer.

14 Oct 2025 - 21:30
Cuaca Panas Terik Terjadi di Jombang, BPBD: Normal Jelang Puncak Musim Kemarau
Terik matahari siang di Jombang memaksa warga mengurangi aktivitas di luar ruangan. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP - Cuaca panas terik yang melanda Kabupaten Jombang dalam beberapa minggu belakangan ini, memaksa warga untuk mawas diri. Pasalnya, kondisi cuaca terik menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang merujuk Data Automatic Weather Station (AAWS) mencatat, suhu udara panas sempat menembus angka 38,6 derajat Celcius. 

Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menyampaikan, cuaca panas pada bulan Oktober ini masih normal jelang puncak musim kemarau. Fenomena ini terjadi akibat minimnya tutupan awan dan dominasi tekanan udara tinggi di atmosfer. 

"Sensasi panas terasa lebih menyengat karena kelembapan udara masih tinggi," ungkap Wiku Selasa (14/10/2025). 

Berdasar koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda, suhu rerata harian di Jombang berkisar 25–34°C, bahkan sempat menembus 38,6°C di puncaknya, dengan tingkat kelembapan relatif 51–97 persen.

Menurut Wiku, meski pada siang hari suhu terasa sangat panas, namun potensi hujan lokal tetap ada pada sore hingga malam hari. Hal ini terjadi karena interaksi suhu permukaan laut dan kelembapan udara tinggi yang bisa membentuk awan konvektif.

Saat ini sebagian besar wilayah Jombang berada dalam masa transisi musim. Pihaknya memperkirakan wilayah Jombang memasuki transisi musim penghujan akan mulai memasuki musim penghujan pada akhir Oktober.

BPBD Jombang mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, antara lain warga diminta untuk melindungi diri dari panas, mencukupi cairan tubuh dan menghindari paparan langsung sinar matahari dalam waktu lama.

Selain juga cuaca ekstrem bisa memicu pohon tumbang secara tiba-tiba, musibah longsor, terutam wilayah Kecamatan Wonosalam jadi perhatian khusus karena rawan longsor. Warga diminta tak tinggal di zona berisiko.

Perangkat daerah diminta segera berkoordinasi jika terjadi hujan lebat atau kejadian akibat cuaca ekstrem. Segera melapor ke pemerintah desa terdekat atau langsung ke BPBD Jombang jika terjadi dampak akibat cuaca ekstrem. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow