Cerita Slamet Lolos dari Maut saat Tanah Longsor di Wonosalam Jombang
Slamet bersama keenam anggota keluarganya lari menyelamatkan diri saat terjadi tanah longsor
JOMBANG, SJP - Betapa dahsyatnya gemuruh longsoran tanah yang menerjang pemukiman di Dusun Bunturejo, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Kamis (23/1/2025) pagi.
Longsoran tanah yang tiba begitu saja di pagi buta membuat keluarga Slamet (51) lari sempoyongan menyelamatkan diri.
Slamet merasakan langsung situasi pagi menjelang longsor menerjang 5 rumah itu. Tidak ada tanda-tanda alam yang mengisyaratkan akan terjadinya tanah longsor.
"Pertama-tama, kretek-kretek langsung gerubyuk, wes langsung melayu," tutur Slamet dengan logat Jawa di lokasi kejadian, Jumat (24/1/2025).
Bersama 6 anggota keluarganya, Slamet lari tunggang langgang menuju jalan. Tak ada pikiran atau firasat apa pun. Hanya lari menuju jalan desa. Sementara longsoran tanah terjun dari bukit belakang rumah.
"Ada enam orang di rumah saya. Alhamdulillah selamat semua," ungkapnya.
Beda nasib dengan Slamet, tetangga sebelahnya, yakni Ismail bersama keluarganya menjadi korban.
Ismail beserta istrinya, Widyawati, dan anak sulungnya, Makruf Ismail, serta anak bungsunya, Nadin, sempat tertimbun longsoran tanah berikut material rumah.
"Dua belum ditemukan: Pak Ismail sama anaknya, di dalam rumah," bebernya.
Ayah dan anak perempuannya itu masih tertimbun. Sementara Widyawati bersama Makruf Ismail bisa diselamatkan meskipun sempat tertimbun. Namun keduanya mengalami luka berat dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang.
Pagi itu, Slamet melihat anak-anak Ismail sedang bersiap berangkat sekolah. Namun Slamet tidak tahu pasti Ismail sedang apa sesaat sebelum kejadian.
"Anaknya mau berangkat sekolah. Mungkin sarapan, ada kejadian itu tadi," beber Slamet dengan sedikit memendam trauma kejadian.
Tahun lalu, tanah di atas bukit belakang rumah itu sudah merekah. Mungkin itu titik longsor tanah terjadi. Apalagi selama dua hari belakangan kondisi Wonosalam dilanda hujan deras.
"Sudah ambles, ada setengah meter, ditambah hujan dua hari berturut-turut," imbuhnya.
Informasi yang dihimpun, korban ada lima orang. Sebenarnya hanya satu keluarga. Yakni keluarga Ismail. Ismail, Widyawati, Makruf Ismail dan Nadin.
Artinya korban dipastikan 4 orang. Dua orang luka berat, satu orang meninggal dan satu orang masih tertimbun longsoran. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

