Cemburu Buta Berujung Petaka, Mahasiswi di Surabaya Tusuk Kekasih
Polisi membeberkan bahwa motif utama dipicu oleh api cemburu. Pengakuan keduanya mengungkap bahwa hubungan asmara mereka sering kali putus-nyambung.
SURABAYA, SJP — Tragedi berdarah yang dipicu api cemburu mengguncang kawasan Ketintang, Surabaya. Seorang mahasiswi berinisial A (21) kini harus berurusan dengan hukum setelah nekat menusuk kekasihnya sendiri, Z (21), di sebuah rumah kos pada Senin (26/1/2026).
Insiden tragis ini mengungkap sisi gelap hubungan asmara yang retak akibat dugaan perselingkuhan. Korban yang menderita luka tusuk di lengan kiri kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhakti Rahayu, Surabaya.
Kapolsek Gayungan, AKP Edo Damara Yudha, mengungkapkan bahwa peristiwa bermula saat pelaku berniat menjenguk korban yang mengaku sedang sakit.
Sekira pukul 21.00 WIB, pelaku mendatangi korban di Jalan Ketintang PTT V D. Namun, bukannya menemukan sang kekasih terbaring lemah, pelaku justru mendapati kamar kos tersebut kosong.
Ketegangan memuncak saat korban kembali ke kos. Pelaku yang sudah dikuasai kecurigaan langsung merampas ponsel milik korban untuk mencari bukti perselingkuhan.
"Terjadi konfrontasi setelah korban mengakui baru saja pergi bersama wanita lain. Cekcok mulut pecah, berujung pada tindakan kekerasan fisik hingga penusukan," ujar AKP Edo Damara Yudha, Rabu (28/1/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi kekerasan tersebut berlangsung brutal. Pelaku dilaporkan sempat menghantamkan ponsel ke kepala korban sebanyak dua kali sebelum akhirnya menghujamkan pisau dapur ke lengan kiri korban.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa senjata tajam yang digunakan adalah pisau dapur yang baru saja dibeli oleh pelaku untuk keperluan kos barunya.
Polisi membeberkan bahwa motif utama dipicu oleh api cemburu. Pengakuan keduanya mengungkap bahwa hubungan asmara mereka sering kali putung-nyambung.
Saat ini, mahasiswi asal Gubeng tersebut telah diamankan di Mapolsek Gayungan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Polisi masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan apakah ada unsur perencanaan dalam tindakan tersebut, meskipun keterangan awal menunjukkan tindakan spontan akibat emosi yang meluap.
"Motif utamanya adalah cemburu. Pelaku kini sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk proses hukum lebih lanjut," tutup AKP Edo. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

