Cegah Potensi Kerusuhan, Polisi Nganjuk Amankan 69 Pemuda

Para pemuda ini diduga merupakan penggembira dari perguruan silat IKSPI yang hendak menuju Madiun untuk mengikuti pengesahan warga baru.

24 Apr 2025 - 21:32
Cegah Potensi Kerusuhan, Polisi Nganjuk Amankan 69 Pemuda
Puluhan anak muda mudi pengembira IKSP diamankan petugas di Nganjuk (Foto Humas For SJP)

NGANJUK, SJP - Ratusan personel gabungan, Polri, TNI, serta instansi terkait diterjunkan untuk pengamanan pengesahan anggota warga baru Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti periode April 2025.

Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, membenarkan, bahwa pihaknya mengamankan puluhan penggembira dari IKSPI Kera Sakti yang akan berangkat ke Madiun Kamis Subuh, (24/4/2025).

Mereka diamankan saat Polres Nganjuk mendapatkan informasi bahwa ada segerombolan pemuda konvoi menggunakan motor dengan jumlah besar, sehingga mengganggu pengguna jalan lainnya dan dilakukan penyekatan. 

Penyekatan ini membuahkan hasil dengan ditemukannya barang bukti berupa ketapel, tongkat sepanjang satu meter, serta beberapa botol minuman berenergi yang diduga dirakit menjadi bom molotov.

Para pemuda ini diduga merupakan penggembira dari perguruan silat IKSPI yang hendak menuju Madiun untuk mengikuti pengesahan warga baru.

“Ini bukti nyata bahwa kami tidak main-main saat menyampaikan komitmen dalam rapat koordinasi bersama ketua perguruan silat se-Kabupaten Nganjuk. Kami ingin semua pihak ikut peduli dan menjaga situasi tetap kondusif,” tegas Kapolres Nganjuk.

Sementara itu, Wakapolres Nganjuk, Kompol Andria Diana Putra menjelaskan, petugas awalnya melihat gerombolan mencurigakan di dekat Tugu Adipura. Saat dihampiri, mereka melarikan diri sehingga terjadi aksi kejar-kejaran hingga ke sejumlah titik.

“Dari hasil penindakan, kami amankan 69 orang terdiri dari 55 pemuda dan 14 perempuan serta 37 motor. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Jember, Kediri, Lamongan, Gresik, Tulungagung, Surabaya, Mojokerto, Blitar, Malang, Kasembon, Jombang, Sidoarjo, Tuban, hingga Nganjuk,” jelas Kompol Andria.

“Tindakan selanjutnya terhadap para pemuda dan pemudi yang diamankan akan dilakukan dengan pendekatan persuasif, yaitu diserahkan kepada orang tua masing-masing dengan disaksikan perangkat desa atau kelurahan setempat," imbuhnya.

Aksi ini menjadi bentuk konkret kesiapsiagaan Polres Nganjuk dalam merespons potensi gangguan Kamtibmas. Dengan pengamanan ini, potensi kerusuhan berhasil dicegah sejak dini.

Saat ini, penyekatan masih terus berlangsung seiring dengan pelaksanaan pengesahan warga baru IKSPI di wilayah Madiun hingga situasi benar-benar dinyatakan kondusif. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow