Cak Udin Dorong Kader Penggerak Bangsa Jaga Komitmen Ideologis Berbasis Aswaja

PKB menggelar PKPB di Malang bersama ratusan kader muda. Kegiatan ini menekankan pentingnya ideologi, anti-politik transaksional, dan komitmen untuk memperjuangkan Pancasila serta kepemimpinan berintegritas.

28 Jul 2025 - 09:02
Cak Udin Dorong Kader Penggerak Bangsa Jaga Komitmen Ideologis Berbasis Aswaja
Sekjen DPP PKB, M. Hasanuddin Wahid (Cak Udin), memberi arahan kepada ratusan kader muda dalam Pelatihan Kader Penggerak Bangsa di Lawang, Kabupaten Malang. (Foto: Istimewa)

MALANG, SJP — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), M. Hasanuddin Wahid, bersama Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN) DPP PKB, menggelar Pelatihan Kader Penggerak Bangsa (PKPB) bersama ratusan anak muda dari Tim Sahabat Cak Udin se-Malang Raya. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu dan Ahad, 26–27 Juli 2025, di Rollaas Hotel and Resort, Kebun Teh Lawang, Kabupaten Malang.

PKPB merupakan bagian penting dari program kaderisasi nasional yang dilaksanakan oleh setiap anggota legislatif PKB. Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan ini, antara lain KH. Mun’im DZ, KH. Adnan Anwar, Dr. Zaini Rahman, Ustaz Yaqin, serta MF Nurhuda Yusro.

“Di sinilah kita berkumpul dan meneguhkan kembali landasan berpolitik PKB, yakni Aswaja. Kita cetak kader-kader partai yang ideologis, militan, loyal, dan berakar pada nilai-nilai kebangsaan serta keislaman yang moderat,” tegas Cak Udin, sapaan akrabnya.

Anggota Fraksi PKB Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia(DPR RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya tersebut menyampaikan, pelatihan ini bertujuan membentuk tim kader yang ideologis dan berkhidmat demi perjuangan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita sepakat bahwa kader agar didorong menjadi pemimpin, bukan hanya sebagai pengikut. Kader juga wajib punya komitmen kuat untuk berkhidmat bagi bangsa dan negara serta komitmen untuk meneguhkan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan memperkuat NKRI,” bebernya.

Pria asal Kota Batu itu juga mengajak para kader untuk tetap berada di garis perjuangan rakyat, khususnya dalam membela kaum mustadh’afin (golongan lemah secara sosial dan ekonomi).

Dalam kesempatan tersebut, Cak Udin mendorong kader untuk terus mencari ruang ekspresi guna mengembangkan potensi diri. PKB sebagai partai yang menjunjung prinsip meritokrasi membuka kesempatan bagi kader untuk meningkatkan kapasitas dan tampil sebagai pemimpin.

“Di tengah sistem politik yang serba transaksional, PKB membentuk kader agar tidak terjebak pada sistem politik transaksional. Ini penting ditanamkan sejak sekarang, apalagi peserta pelatihan ini didominasi anak-anak muda,” ujarnya.

Cak Udin menegaskan bahwa dominasi peserta dari kalangan muda memperkuat posisi PKB sebagai partai yang memberi ruang bagi generasi muda untuk menjadi calon pemimpin masa depan. (**)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow