Bungkam Soal Nasib Jemaah Umrah yang Tertahan, Khofifah Pilih Fokus Seremonial Bansos di Nganjuk

Ironisnya, saat dikonfirmasi mengenai jumlah pasti warga Jawa Timur yang tertahan serta langkah konkret evakuasi dari Pemprov Jatim, Khofifah memilih bungkam.

09 Mar 2026 - 17:00
Bungkam Soal Nasib Jemaah Umrah yang Tertahan, Khofifah Pilih Fokus Seremonial Bansos di Nganjuk
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat berada di Nganjuk. (Foto: Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP– Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melanjutkan rangkaian agenda Sapa Bansos dan Amaliah Ramadan di Kabupaten Nganjuk, Senin (9/3/2026). 

Kunjungan ini mengeklaim pendekatan sosial dan spiritual guna membangun kesalehan kolektif selama Ramadan melalui penguatan program perlindungan sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dalam arahannya, Khofifah membedah dua pilar bantuan yang disalurkan, yakni Prosperity (Kesejahteraan) dan Charity (Kemanusiaan). Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut diklasifikasikan menjadi dua kategori utama.

Kategori Charity ditujukan sebagai asistensi sosial bagi penyandang disabilitas serta lanjut usia (lansia) tidak mampu. 

Sementara itu, kategori Prosperity difokuskan pada pengembangan kemandirian ekonomi melalui Zakat Produktif bagi pelaku usaha ultra mikro.

Khofifah menambahkan, fokus program juga mencakup Penanganan Kemiskinan Ekstrem (KE), bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, serta dukungan infrastruktur jalan melalui bantuan aspal.

Selain aspek sosial, Khofifah juga menyinggung kondisi infrastruktur jalan yang rusak akibat tingginya intensitas hujan. 

Pemprov Jatim memberikan bantuan stimulan berupa aspal kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk yang telah mengajukan permohonan.

"Ini adalah bentuk sharing atau urunan dari Pemprov kepada Kabupaten Nganjuk. Pengerjaan teknis dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk, sementara Pemprov mendukung melalui penyediaan aspalnya," ujar Khofifah, Senin (9/3/2026).

Total bantuan aspal yang dialokasikan dalam skema ini mencapai 8.776 drum untuk didistribusikan ke berbagai wilayah yang memerlukan perbaikan jalan segera.

Menjelang masa Lebaran, Khofifah menegaskan bahwa koordinasi komprehensif telah dilakukan bersama Polda Jatim, BMKG, Jasa Raharja, Pertamina, hingga PLN guna menjamin kelancaran infrastruktur dan logistik.

Namun, terkait jemaah umrah yang terkendala kepulangannya, Khofifah hanya menjelaskan bahwa proses tersebut terus dipantau dan mengikuti prosedur maskapai, seperti Garuda Indonesia, Saudi Airlines, Emirates, hingga Malaysia Airlines.

"Semoga seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan selamat," ucapnya singkat.

Ironisnya, saat dikonfirmasi mengenai jumlah pasti warga Jawa Timur yang tertahan serta langkah konkret evakuasi dari Pemprov Jatim, Khofifah memilih bungkam. 

Gubernur perempuan ini langsung memasuki mobil dengan pengawalan ketat, sehingga awak media kesulitan mendapatkan informasi valid mengenai data jemaah umrah asal Jatim yang saat ini berada di Arab Saudi. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow