Bulukerto Andalkan Konservasi Elang Jawa hingga Kopi Lereng Gunung untuk Harumkan Kota Batu di Lomba Desa Jatim 2026

Dengan kekuatan konservasi lingkungan, pertanian modern, serta inovasi pemberdayaan masyarakat, Bulukerto digadang-gadang akan memberikan hasil terbaik sekaligus memperkenalkan potensi desa kepada tingkat provinsi.

03 Jun 2026 - 20:15
Bulukerto Andalkan Konservasi Elang Jawa hingga Kopi Lereng Gunung untuk Harumkan Kota Batu di Lomba Desa Jatim 2026
Kepala Desa Bulukerto Suhermawan (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, membawa sederet inovasi unggulan saat mewakili Kota Batu dalam Penilaian Paparan Perlombaan Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur 2026. Tak hanya mengandalkan pembangunan fisik, desa yang berada di kawasan lereng pegunungan itu menonjolkan kekuatan konservasi lingkungan, pertanian berkelanjutan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan pada Rabu (3/6/226) mengatakan terpilihnya Bulukerto sebagai wakil Kota Batu tidak lepas dari sejumlah keunggulan yang dimiliki desa tersebut. Salah satunya adalah komitmen menjaga kawasan konservasi dan perlindungan satwa langka.

Menurutnya, Bulukerto memiliki Peraturan Desa (Perdes) tentang perlindungan satwa, khususnya Elang Jawa yang keberadaannya menjadi salah satu ikon konservasi di wilayah tersebut.

“Bulukerto merupakan kawasan konservasi lingkungan. Salah satu inovasi yang kami tawarkan adalah Perdes perlindungan satwa berupa Elang Jawa yang menjadi satu-satunya di Jawa Timur,” ujarnya.

Selain aspek konservasi, Bulukerto juga mengandalkan sektor perkebunan kopi yang berkembang di kawasan dengan ketinggian lebih dari 900 meter di atas permukaan laut (mdpl). Produksi kopi desa tersebut mencapai sekitar 16 ton dan telah dipasarkan hingga tingkat nasional.

“Produksi kopi kami sekitar 16 ton dan dipasarkan secara nasional. Sektor ini juga memberikan nilai ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat,” katanya.

Keunggulan lain yang menjadi perhatian adalah keberadaan sumber mata air Umbul Gemulo yang selama ini menjadi salah satu penopang kebutuhan air bersih masyarakat Kota Batu. Suhermawan menyebut sekitar 55 persen pasokan air untuk masyarakat Kota Batu bersumber dari kawasan tersebut.

Tak hanya itu, Bulukerto juga mengembangkan inovasi pertanian melalui penggunaan pestisida nabati yang dibuat dari bahan-bahan alami seperti tembakau, cengkeh, lidah buaya, lengkuas, daun salam, daun sirsak, dan serai merah.

“Inovasi ini mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia sekaligus menekan biaya produksi pertanian,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto memberikan apresiasi atas capaian dan inovasi yang dikembangkan Desa Bulukerto. Menurutnya, partisipasi dalam lomba desa bukan semata mengejar prestasi, tetapi menjadi sarana menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat.

“Partisipasi ini bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat mampu menghasilkan perubahan nyata yang berdampak bagi kesejahteraan warga,” ujar Heli.

Ia menilai berbagai inovasi yang dikembangkan Bulukerto menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Heli menambahkan, penguatan potensi lokal seperti pertanian, wisata, konservasi lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

“Yang terpenting adalah bagaimana inovasi tersebut mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan menjadi fondasi pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.

Dalam proses penilaian, tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut memberikan sejumlah masukan, di antaranya penguatan kelembagaan berbasis Surat Keputusan (SK) serta optimalisasi layanan Posyandu sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.

Ke depan, Desa Bulukerto juga diharapkan agar dapat berkomitmen memperluas program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk mengembangkan potensi wisata lokal dan pelatihan keterampilan untuk menciptakan lapangan kerja baru. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow