Bulog Nganjuk Sebut Serap 10 Ribu Ton Gabah Per Hari
Disinggung perihal isu bahwa Bulog Nganjuk tidak mau menyerap gabah petani itu tidak benar. Kantor Bulog Nganjuk cabang Kediri setiap hari telah menyerap lebih dari 10.000 ton GKP.
NGANJUK, SJP - Menjelang Lebaran tahun 2025, Pimpinan Perum Bulog Kancab Kediri, Imam Mahdi menyampaikan, saat ini Bulog Nganjuk sangat siap dan serius menyerap gabah beras petani pasca viral hingga harga gabah anjlok.
"Serapan gabah petani oleh Bulog Nganjuk melalui Kancab Kediri telah mencapai 10.000 ton per hari dari para petani setempat. Namun, untuk dapat mengakses penyerapan gabah tersebut, petani harus melalui perantara yang telah ditentukan, yaitu Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan Kepala Desa (Kades)," ungkap Imam dalam keterangannya saat selesai menghadiri hearing di DPRD Nganjuk, Rabu (26/3/2025).
Disinggung perihal isu bahwa Bulog Nganjuk tidak mau menyerap gabah petani itu tidak benar. Kantor Bulog Nganjuk cabang Kediri setiap hari telah menyerap lebih dari 10.000 ton GKP.
"Kami sudah membangun komunikasi yang baik, jaringan informasi juga sudah kami jalin baik dengan para stakeholders, harapan kami kita semua dapat bersama-sama menjalankan amanat pemerintah dengan baik," ungkap Imam.
"Terkait isu tersebut, kami sudah berkomunikasi dengan asosiasi para kepala desa dan juga terjun ke desa di mana berita itu berawal muncul dan kami sudah sepakat bahwa untuk penyerapan di daerah tersebut akan kami fasilitasi sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kami untuk pelaksanaan penugasan pemerintah di bidang penyerapan gabah dan beras," tambah imam menegaskan.
Menurut Imam, Bulog Nganjuk mempunyai strategi dalam melakukan penyerapan gabah beras, yakni dengan melakukan kolaborasi semua pihak, baik TNI, Pemda, Dinas Pertanian melalui PPL-nya dan Bulog. Kolaborasi konkret yang dilakukan adalah penjadwalan prioritas panen oleh petani.
Lanjut Imam, setiap petani melaksanakan panen maka harus langsung diproses di pengeringan sesuai dengan umur panen yang cukup. Karena, jika ditunda atau didahulukan sebelum waktunya, akan berpotensi hasil yang kurang maksimal, terlebih lagi saat ini puncak panen dibarengi dengan intensitas hujan yang sangat tinggi.
"Saya berharap dengan adanya kolaborasi antara Bulog, Babinsa, dan Kepala Desa, penyerapan gabah dapat berjalan lancar dan tepat sasaran, sehingga harga gabah tetap stabil dan petani mendapatkan harga yang wajar," tutup Imam.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Itsna Shofiani saat ditemui Suarajatimpost mengatakan, berdasarkan data Dinas Pertanian yaitu sekitar 40.000 ton perhari, data ini sudah akumulatif petani se Nganjuk
"Kami optimistis dengan adanya masukan dari semua pihak, dan sesuai dengan harapan petani dan proses penjualan gabah sudah tidak ada kendala,” terang Itsna. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

