BREAKING NEWS! Puluhan Santri di Jombang Diduga Keracunan Usai Buka Puasa Menu MBG
para santri langsung mendapatkan perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung.
JOMBANG, SJP – Puluhan santri Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami dugaan keracunan massal usai berbuka puasa, Kamis (5/3/2026) malam.
Pantauan lapangan, para santri langsung mendapatkan perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung. Sejumlah ambulans tampak berjejer di halaman rumah sakit, sementara korban terus mendapat penanganan medis.
Tampak juga pengasuh Pondok Pesantren beserta jajaran Dinas Kesehatan Jombang, Camat Mojoagung, dan jajaran kepolisian yang memantau langsung kondisi dugaan keracunan puluhan santri.
Salah seorang santri, Azza Khoirunisa (17), menuturkan bahwa kejadian berlangsung tidak lama setelah para santri menyantap hidangan berbuka. Menu yang disajikan pihak pondok berupa nasi rawon, ditambah makanan kering dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berisi roti, susu, kacang, kurma, dan telur asin.
"Setelah buka puasa, beberapa menit kemudian ada yang mulai mual, pusing, bahkan ada yang sampai tidak sadarkan diri," ujar Azza di lokasi rumah sakit.
Azza sendiri selamat karena terlambat berbuka. Ia sedang mengikuti kegiatan di luar pondok dan belum sempat menyantap makanan saat santri lain mulai menunjukkan gejala.
"Saya belum makan dari tadi. Waktu kembali, anak-anak sudah makan dan kondisinya mulai banyak yang mual dan pingsan," katanya.
Para santri yang masih sehat segera mengevakuasi teman-temannya ke pendopo pondok, sebelum akhirnya memanggil ambulans untuk membawa mereka ke rumah sakit.
Azza menyebutkan jumlah santri putri di pondok tersebut sekitar 34 orang, sementara santri putra lebih dari 30 orang. Ia menduga makanan yang dikonsumsi menjadi pemicu kejadian ini, meskipun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.
Menu kering MBG yang diterima santri diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Betek. Namun, belum dapat dipastikan apakah makanan tersebut menjadi sumber keracunan.
Sejumlah pejabat dan aparat terlihat memantau langsung penanganan korban di rumah sakit, antara lain petugas kepolisian, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Camat Mojoagung, Kapolsek, dan Kasatreskrim Polres Jombang.
Hingga berita ini ditayangkan, para santri masih menjalani perawatan medis, sementara pihak berwenang terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

