BPR Anjuk Ladang Optimalkan Penyaluran Kredit UMKM dan P3K di Nganjuk
BPR milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk ini mencatatkan performa positif dengan fokus utama pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
NGANJUK, SJP – Sejak berdiri tahun 2021 silam, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Anjuk Ladang terus memperkuat perannya dalam menggerakkan roda perekonomian daerah di Kabupaten Nganjuk.
Memasuki usia keempat sejak berdiri pada tahun 2021, BPR milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk ini mencatatkan performa positif dengan fokus utama pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Direktur BPR Anjuk Ladang Nur Kamdani melalui Syahrul Andry W, menyampaikan bahwa pihak bank menyediakan berbagai produk pinjaman dengan suku bunga yang relatif ringan namun tetap dalam pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Fungsi utama kami adalah intermediasi. Khusus untuk UMKM, kami menyediakan kredit dengan bunga yang kompetitif. Syaratnya, pelaku usaha perlu mendapatkan rekomendasi dari dinas terkait, dalam hal ini Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop UM), guna memastikan penyaluran yang tepat sasaran," ujar Andri.
Menurut Andry, penyaluran kredit melalui analisis ketat. Meski terbuka untuk semua segmen, BPR Anjuk Ladang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian perbankan. Setiap pengajuan kredit wajib melalui proses analisis data melalui sistem Slik (dahulu dikenal sebagai BI Checking).
"Kami harus mematuhi rambu-rambu dari OJK. Jika nasabah memiliki riwayat kredit macet di bank lain, maka harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum kami bisa memberikan bantuan pinjaman baru," tambahnya.
Kontribusi Nyata Terhadap PAD
Keberadaan BPR Anjuk Ladang juga mulai dirasakan dampaknya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa pada Maret lalu, BPR Anjuk Ladang berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,1 miliar.
Angka ini disebut telah mencapai titik impas atau Break Even Point (BEP) dari modal awal yang disertakan oleh Pemkab Nganjuk.
"Capaian ini menjadikan BPR Anjuk Ladang sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Nganjuk dengan kontribusi tertinggi bagi daerah," terang Andry aaat ditemui Suarajatimpost di ruangannya, Kamis (2/4/2026)
Tidak sampai disitu, Andry menyampaikan, di Nganjuk sendiri, ribuan Pegawai P3K yang masuk ke BPR. Selain UMKM, BPR Anjuk Ladang kini menjadi mitra strategis dalam pengelolaan gaji bagi sekitar 2.500 pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Nganjuk.
Melalui kerja sama ini, para pegawai P3K dapat mengakses fasilitas pinjaman modal untuk membuka usaha sampingan atau kebutuhan konsumtif lainnya dengan menggunakan SK mereka sebagai jaminan.
Disinggung, apa kriteria BPR yang bisa masuk menjadi nasabah, Andry menjelaskan, semuanya masyarakat Nganjuk bisa masuk. Menurutnya, orang umum masuk awal Rp100 ribu, pelajar Rp 60 ribu bisa menjadi nasabah. Untuk mempermudah layanan, masyarakat kini juga dapat mengajukan pinjaman secara daring melalui laman resmi BPR Anjuk Ladang tanpa harus bertatap muka langsung dengan petugas di tahap awal.
Langkah ini diharapkan dapat semakin memperluas jangkauan layanan perbankan bagi masyarakat Nganjuk sekaligus mendukung program pemerintah daerah dalam memulihkan dan mengembangkan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

