BPBD Kota Batu Bidik Program Wisata Tangguh Bencana Usai Rampungkan Program Destana

Program Wisata Tangguh Bencana menjadi langkah strategis BPBD Kota Batu dalam memperluas penerapan mitigasi bencana hingga ke sektor pariwisata. Dengan menggandeng Dinas Pariwisata dan melibatkan masyarakat melalui pokdarwis, Kota Batu diharapkan tidak hanya tangguh dalam menghadapi bencana di tingkat desa, tetapi juga di setiap destinasi wisata unggulannya.

07 Oct 2025 - 20:30
BPBD Kota Batu Bidik Program Wisata Tangguh Bencana Usai Rampungkan Program Destana
Wana wisata selecta yang menjadi salah satu bidikan program Wisata Tangguh Bencana (Dok/Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Setelah merampungkan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di sejumlah wilayah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu kini mulai membidik pengembangan Wisata Tangguh Bencana. Program ini menjadi lanjutan dari upaya mitigasi kebencanaan berbasis masyarakat, namun dengan fokus pada sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Kota Batu.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Nugroho pada Selasa (7/10/2025) menjelaskan, konsep wisata tangguh bencana merupakan pengembangan dari embrio desa wisata yang sudah ada. Program ini akan menyiapkan destinasi wisata agar memiliki sistem kesiapsiagaan bencana yang terukur dan mampu merespons keadaan darurat sesuai prosedur.

“Embrionya sebenarnya dari desa wisata. Tapi masih perlu dicari dan dirumuskan skema sumber dayanya. Sebab juga beriringan dengan yang dilakukan Dinas Pariwisata,” jelasnya

Menurutnya, BPBD saat ini masih merumuskan skema sumber daya pendanaan yang ideal serta bentuk kolaborasi dengan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu. Hal itu penting mengingat tiap destinasi memiliki karakteristik berbeda, baik wisata alam maupun buatan, yang membutuhkan pendekatan mitigasi tersendiri.

Salah satu destinasi yang disebut bakal menjadi pilot project adalah Taman Rekreasi Selecta. Lokasi ini sebelumnya telah mendapatkan sosialisasi dan edukasi mitigasi bencana sejak akhir 2023. Namun, untuk destinasi lain, BPBD masih menilai kesiapan perangkat dan pengelolanya sebelum diterapkan program serupa.

“Yang utama adalah bagaimana meminimalisir korban jiwa melalui sistem peringatan, edukasi, serta simulasi sesuai kondisi tempatnya. Misalnya, penentuan titik kumpul yang aman atau jalur evakuasi,” imbuhnya.

Ia menambahkan, wisata tangguh bencana diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan pengelola dan pengunjung, tetapi juga memperkuat citra Kota Batu sebagai destinasi wisata yang aman dan berkelanjutan.

“Kami juga butuh saran dan masukan dari pokdarwis agar langkah ini bisa lebih tepat sasaran,” tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow